Ikuti Kami

Shanty Alda Ungkap 75 Persen Sungai di Tanah Air Telah Tercemar

Shanty Alda menambahkan, pencemaran tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan.

Shanty Alda Ungkap 75 Persen Sungai di Tanah Air Telah Tercemar
Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia,

Jakarta, Gesuri id - Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti kondisi lingkungan di Indonesia, khususnya pencemaran sungai dan air tanah.

“Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, 75 persen sungai tercemar. Setiap hari ada 14 ribu ton limbah tinja masuk ke sungai,” kata Shanty saat sosialisasi Program Infrastruktur Hijau di RM Kalisalak, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabtu (29/11). 

Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

Shanty Alda menambahkan, pencemaran tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan.

Mengutip data, Shanti Alda menyebut bahwa 50 dari 1.000 angka kematian akibat diare karena air tercemar.

“Masalah ini tidak bisa diabaikan. Perubahan harus dimulai dari langkah konkret yang melibatkan pemerintah dan masyarakat,” kata Shanty.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pembangunan IPAL pengolahan limbah tahu di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog.

Limbah kini diolah menjadi biogas, tidak dibuang ke sungai, berkat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan

“Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil. Fasilitas harus dirawat dan dimanfaatkan agar berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambah Shanty.

Perwakilan Direktorat Jenderal Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Derta Yan Wijaya, menekankan, air adalah sumber kehidupan.

“Upaya paling sederhana adalah tidak membuang sampah ke sungai, termasuk limbah tinja,” katanya.

Quote