Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menginisiasi kegiatan donor darah massal bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut sebagai respons atas menurunnya stok darah selama bulan Ramadan.
“Ini bagian dari ikhtiar saya sebagai wakil rakyat untuk membantu PMI Garut di tengah keterbatasan stok darah, terutama selama Ramadan, ketika masyarakat cenderung enggan donor karena kondisi fisik,” kata Yudha, dikutip Rabu (25/3/2026).
Kegiatan donor darah tersebut digelar di Gedung DPRD Garut pada Senin (23/3), sekaligus dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian bingkisan Lebaran dan doorprize bagi para peserta.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat agar lebih aktif dalam kegiatan donor darah, mengingat kebutuhan darah yang terus meningkat, terutama untuk pasien dengan kondisi tertentu.
Yudha menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, stok darah di PMI Garut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah secara mendesak.
Untuk itu, kegiatan donor darah massal ini diharapkan dapat membantu menambah ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan, meskipun tidak seluruhnya memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
Selain itu, Yudha juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketersediaan stok darah. Menurutnya, kebutuhan darah merupakan hal yang sangat krusial, terutama bagi pasien dengan penyakit tertentu seperti thalasemia yang membutuhkan transfusi secara berkala.
Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut yang mencapai sekitar 2,8 juta jiwa, potensi untuk menjaga ketersediaan stok darah sebenarnya sangat besar apabila kesadaran masyarakat terus ditingkatkan.
Yudha juga menjelaskan bahwa pemilihan Gedung DPRD sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis, yakni untuk mendekatkan lembaga legislatif dengan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak sungkan datang ke sini. Gedung ini bukan milik pejabat, tapi milik rakyat,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya mampu mengatasi krisis stok darah dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran jangka panjang di tengah masyarakat untuk rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

















































































