Ikuti Kami

Aria Bima: Pencairan Pesangon Eks Buruh Sritex Tunjukkan Progres dan Berpeluang Tuntas di 2026

"Ada progres, insyaallah di 2026 ini bisa selesai," kata Aria Bima.

Aria Bima: Pencairan Pesangon Eks Buruh Sritex Tunjukkan Progres dan Berpeluang Tuntas di 2026
Ilustrasi. Eks buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi ll DPR RI sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, menyebut pencairan pesangon bagi eks buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo menunjukkan progres dan berpeluang direalisasikan pada tahun ini.

"Ada progres, insyaallah di 2026 ini bisa selesai," kata Aria Bima, dikutip Selasa (5/5/2026).

Hal itu disampaikan Aria Bima di sela kegiatan diskusi bertema Hari Buruh yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Solo di Pasar Legi Solo. Ia mengakui memiliki tanggung jawab moral untuk membantu mempercepat pencairan pesangon bagi ribuan eks pekerja Sritex.

"Saya pernah datang ke teman-teman buruh Sritex dan memitigasi hal-hal apa saja yang harus diselesaikan dan dititipkan ke saya. Ini kan persoalan bagaimana penjualan aset ini segera diselesaikan," ungkap Aria Bima.

Ia menjelaskan bahwa persoalan utama yang harus diselesaikan adalah proses penjualan aset perusahaan, yang nantinya akan digunakan untuk membayar hak para pekerja.

"Saya harus ngomong di luar karena ini dibutuhkan kepastian kapan segera selesai untuk penjualan-penjualan aset yang ada supaya 8 ribu lebih buruh eks Sritex ini bisa mendapatkan pesangon," ucapnya.

Aria Bima juga menegaskan dirinya memiliki komitmen untuk ikut mendorong agar aset-aset perusahaan segera terjual, meskipun tidak merinci proses yang tengah berlangsung.

"Saya tidak perlu menceritakan situasi negosiasi antar kepentingan kapital dan BUMN ini seperti apa. Tapi relatif lebih maju," ujarnya.

Seperti diketahui, sekitar 8 ribu lebih eks pekerja PT Sritex hingga kini belum menerima pesangon pasca pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka beberapa kali mempertanyakan kepastian hak tersebut kepada pihak perusahaan maupun kurator yang saat ini mengelola aset perusahaan.

Quote