Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pentingnya pengelolaan hutan di Pulau Jawa dilakukan secara inovatif dan kreatif agar tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, di tengah kondisi tutupan hutan yang semakin terbatas dan tingginya jumlah penduduk.
“Keberadaan hutan di Pulau Jawa saat ini hanya kurang dari 30 persen, sementara populasi penduduk mencapai 60 persen dari total populasi Indonesia. Pengelolaan hutan harus dilakukan dengan inovasi dan kreativitas, agar mampu meningkatkan kesejahteraan dengan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Alex Indra Lukman, dikutip pada Selasa (3/2/2026).
Ia menekankan bahwa tujuan utama pengelolaan hutan adalah menjaga, melindungi, dan melestarikan kawasan hutan agar tetap menjadi sumber penghidupan sekaligus pelindung masyarakat dari berbagai bencana alam.
“Tujuan utamanya itu adalah bagaimana menjaga, melindungi, melestarikan hutan, supaya dia tetap menjadi sumber penghidupan dan pelindung dari bencana,” tegasnya.
Menurut Alex, pengelolaan hutan juga harus selaras dengan amanat proklamasi yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Tetapi kan juga ada amanat daripada proklamasi, yang tercantum di dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, di mana kita harus memujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Nah tinggal ini yang kemudian, ini tetap terjaga, terlindungi, dan lestari. Cita-citanya tetap tercapai,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar upaya pelestarian hutan tidak terjebak pada pendekatan administratif semata, melainkan membutuhkan terobosan nyata di lapangan.
“Di situ kita butuh kreativitas dan inovasi, bukan malah terjebak dengan administratif belaka,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Soni Dana Paramita, menilai masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memiliki potensi besar untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kelestarian hutan apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Masyarakat sekitar hutan memiliki potensi besar, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari kelestarian hutan. Dia berharap adanya dukungan pemerintah, agar mendorong masyarakat sekitar memanfaatkan hutan secara berkelanjutan, dengan mengedukasi tentang cara mengelola hutan yang baik,” ujarnya.
Soni mencontohkan, masyarakat di sekitar hutan sebenarnya memiliki banyak peluang untuk terlibat langsung dalam pengelolaan hutan, termasuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang selama ini masih terbatas.
“Ya jadi saya kira kalau kayak masyarakat di sekitar pinggir hutan, kalau ingin mendapatkan manfaat ekonomi, itu sebenarnya banyak sekali. Perhutani sendiri itu sebenarnya kurang tenaga kerja, misalkan tukang sadam. Nah ini yang akan kita dorong agar bisa memanfaatkan masyarakat sekitar, dan di atas, di bawah tegakan itu ada pohon-pohon yang besar, itu masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain,” pungkasnya.

















































































