Ikuti Kami

Bupati Kendal: Gerakan Pangan Murah Serentak Tekan Harga Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Serentak se-Jawa Tengah ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan memastikan ketersediaan stok pangan.

Bupati Kendal: Gerakan Pangan Murah Serentak Tekan Harga Jelang Lebaran
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak merupakan upaya pemerintah untuk menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan stok pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Kegiatan tersebut digelar serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026), sementara di Kabupaten Kendal dipusatkan di lingkungan perkantoran Jalan Pramuka.

Bupati Kendal mengatakan, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Jawa Tengah ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan memastikan ketersediaan stok pangan.

"Di Kendal sudah beberapa kali menggelar. Terlebih mendekati Hari Raya Idul Fitri dan pertengahan Ramadan. Kebutuhan masyarakat kian meningkat, dikhawatirkan harga-harganya juga melonjak," ujar Bupati Kendal.

Selain mengikuti zoom meeting bersama Gubernur Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan juga menggelar pasar murah yang melibatkan pelaku UMKM binaan organisasi perangkat daerah (OPD) di kawasan Jalan Pramuka Kendal.

Ia menuturkan, gerakan pangan murah ini dilaksanakan dengan menggandeng UMKM binaan dari OPD yang ada di lingkungan Jalan Pramuka Kendal.

Bupati berharap dengan adanya gerakan pangan murah ini kebutuhan pangan menjelang lebaran aman dan tidak ada lonjakan harga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menyebut sejumlah kebutuhan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau dalam kegiatan tersebut.

"Kebutuhan pangan seperti beras kemasan 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp 65 ribu, minyak goreng kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 30 ribu," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk gula pasir 1 kilogram dijual dengan harga Rp 15.500 dan telur 1 kilogram Rp 25 ribu.

"Pembelian kita batasi karena kita lihat antusias masyarakat yang cukup tinggi. Misalnya beras maksimal 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, telur 2 kilogram dan gula 2 kilogram," terangnya.

Quote