Jakarta, Gesuri.id - Komisi C DPRD mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertindak tegas terhadap pembangunan jembatan perumahan di kawasan Sukolilo Dian Regency (SDR), Jalan Bahagia I, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Pembangunan jembatan oleh PT Heinrich Success Property dinilai menutup saluran air utama dan menjadi pemicu banjir di sejumlah wilayah sekitar. Desakan tersebut disampaikan dalam hearing lanjutan antara DPRD, warga terdampak, dan pihak terkait yang digelar pada Senin (6/1/2026).
Baca: Ganjar-Risma Pimpin Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengatakan, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Minggu (4/1/2026) menemukan bahwa konstruksi jembatan telah mengganggu fungsi saluran air utama di kawasan tersebut.
Menurut Eri, seluruh aliran air di wilayah Keputih bermuara ke titik saluran yang kini tertutup bangunan jembatan. Akibatnya, genangan tidak hanya terjadi di dalam kawasan Sukolilo Dian Regency, tetapi juga meluas ke RT-RT di sekitarnya.
"Bahkan masjid yang puluhan tahun tidak pernah kebanjiran, kemarin ikut tergenang,"ujarnya.
Komisi C juga meminta Pemkot Surabaya segera menerbitkan surat peringatan kepada PT Heinrich Success Property. Hal berkaitan dengan dugaan pelanggaran perubahan fungsi saluran air yang berdampak pada banjir, sekaligus pelanggaran ketertiban dan keamanan sebagaimana diatur dalam perjanjian sewa-menyewa antara Pemkot dan pengembang.
"Kami tidak ingin pembangunan justru mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga," tegasnya.
DPRD meminta agar seluruh akses pengembangan perumahan baru tidak melewati kawasan Sukolilo Dian Regency, sesuai konsep klaster satu pintu atau one gate system yang sebelumnya dijanjikan kepada warga. Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur perumahan harus memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, bukan semata mengejar pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Komisi C, jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar delapan meter dengan lebar 17 meter. Dampak banjir tercatat meluas ke beberapa RT, termasuk RT 04, selain RT-RT di dalam kawasan perumahan.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Begitu satu titik saluran ditutup, kawasan lain ikut terdampak,” kata Eri.
Sementara itu, Wakil Ketua RT 08 RW 02 Keputih, Syahniar Herbowo, menyampaikan bahwa warga terpaksa mengadu ke DPRD karena pembangunan jembatan tetap dilanjutkan meski sudah beberapa kali dihentikan oleh pihak kecamatan, kelurahan, hingga dinas terkait.
"Pekerjaan ini menutup sungai dan muara seluruh perumahan di Keputih. Dampaknya, warga kebanjiran,” ujarnya.
















































































