Ikuti Kami

Fraksi PDI Perjuangan Luwu Timur Kawal Keluhan Honor Tenaga Pengajar dan Kelas Kampung Inggris

Sektor pertanian, UMKM, pengembangan Kampung Inggris bagi kaum muda, hingga infrastruktur jalan.

Fraksi PDI Perjuangan Luwu Timur Kawal Keluhan Honor Tenaga Pengajar dan Kelas Kampung Inggris
Anggota DPRD Luwu Timur Fraksi PDI Perjuangan, Andi Surono, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses perseorangan masa sidang III tahun 2025/2026 di Dusun Sidotepung, Desa Wonorejo Timur, Kecamatan Mangkutana, Sabtu (15/8/2026). 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Luwu Timur Fraksi PDI Perjuangan, Andi Surono, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses perseorangan masa sidang III tahun 2025/2026 di Dusun Sidotepung, Desa Wonorejo Timur, Kecamatan Mangkutana, baru-baru ini.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga mencakup sektor pertanian, UMKM, pengembangan Kampung Inggris bagi kaum muda, hingga infrastruktur jalan.

”Semua aspirasi ini jadi tugas saya untuk mengawal, khusus untuk keluhan honor tenaga pengajar dan kelas kampung Inggris ini sangat membantu pemuda kita, dan saya akan upayakan tindaklanjuti,” ujar Andi Surono, dikutip Kamis (20/8/2026).

Dalam reses tersebut, Andi Surono menerima banyak aspirasi dari masyarakat, khususnya terkait kebutuhan di bidang pertanian. Warga berharap adanya dukungan terhadap kelompok tani, terutama dalam pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Pardoto, perwakilan kelompok tani di Desa Wonorejo Timur, berharap melalui kegiatan reses tersebut usulan bantuan alsintan dapat direalisasikan. Menurutnya, Kecamatan Mangkutana, khususnya Desa Wonorejo Timur, merupakan salah satu wilayah yang mayoritas masyarakatnya bergerak di sektor pertanian sawah.

”Kami sangat berharap pak dewan bisa mengawal permohonan kami untuk bantuan alsintan di kelompok kami,” Harap Pardoto.

Selain pertanian, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan kelompok UMKM. Warga berharap sektor tersebut mendapat perhatian agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Aspirasi lain datang dari kalangan pemuda yang meminta dukungan terhadap pengembangan Kampung Inggris di Wonorejo Timur. Program tersebut telah berjalan dan mulai diminati oleh kaum muda, meski saat ini masih dalam bentuk kelas kursus.

Wafi, yang mewakili pemuda, berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan untuk pengembangan Kampung Inggris, termasuk legalisasi kelembagaan serta penyediaan tempat permanen untuk kegiatan.

”Kami sangat berharap ada dukungan pemerintah melalui perwakilan rakyat, kami meminta ada dukungan pengembangan dan legalisasi kelembagaan, terutama menetapkan satu tempat permanen untuk kegiatan,” Ujar Wafi mewakili pemuda.

Menurut Wafi, peserta Kampung Inggris tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar Wonorejo Timur. Program tersebut juga telah menarik peminat dari luar Kecamatan Mangkutana, seperti Kecamatan Wotu dan Kalaena.

Dari berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari bidang pertanian, pengembangan UMKM, Kampung Inggris, hingga infrastruktur jalan, menjadi catatan penting bagi Andi Surono untuk kemudian diusulkan dan dikawal melalui lembaga legislatif.

Andi Surono menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi tugasnya untuk dikawal. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Kampung Inggris dan persoalan honor tenaga pengajar yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan pemuda.

”Semua aspirasi ini jadi tugas saya untuk mengawal, khusus untuk keluhan honor tenaga pengajar dan kelas kampung inggris ini sangat membantu pemuda kita, dan saya akan upayakan tindaklanjuti,” Sambut Andi Surono.

Reses perseorangan tersebut dihadiri ratusan masyarakat serta pemerintah Desa Wonorejo Timur. Meski tidak dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan tersebut tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Quote