Temanggung, Gesuri.id – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah perkotaan Temanggung tak sedikit pun menyurutkan kemeriahan prosesi kirab Boyong Menoreh pada Minggu (9/11/2025).
Tradisi napak tilas tersebut merupakan salah satu agenda penting rangkaian Hari Jadi ke-191 Kabupaten Temanggung.
Dipimpin Bupati Temanggung Agus Setyawan, yang juga politisi PDI Perjuangan, prosesi kirab Boyong Menoreh dimulai dengan penyerahan pataka di Halaman Masjid Jetis, Parakan.
Dilanjutkan jalan kaki sejauh 3 kilometer menuju eks Gedung Kawedanan. Kemudian rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda hingga lintas OPD ini mampir sejenak di Kantor Kecamatan Bulu disambut para kepala desa.
Hampir tiba di kawasan Pandean, tari massal 1.000 penari siap menyambut. Namun beberapa menit kemudian, langit mendung tiba-tiba menjatuhkan hujan deras yang mengguyur lokasi.
Bukannya berteduh, Bupati Agus justru tetap melanjutkan prosesi sakral tersebut bersama para penari jaran kepang, topeng ireng, hingga soreng, kendati pakaian yang dikenakan basah kuyup.
"Datangnya hujan ini semoga menjadi tanda berkah dan kemakmuran bagi masyarakat Kabupaten Temanggung," harapnya.

















































































