Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam setiap penanganan bencana alam di daerah.
Hal ini ia sampaikan saat meninjau kondisi warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal.
"Kita akan perjuangkan supaya wujud negara hadir di setiap bencana. Jangan biarkan warga berjuang sendiri, apalagi pemerintah daerah yang anggarannya terbatas. Kehadiran pemerintah pusat sangatlah krusial," ujar Harris dengan tegas.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari merupakan ancaman berulang. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, wilayah ini telah dua kali dihantam bencana serupa. Harris, yang sebelumnya telah turun tangan memberikan bantuan semen dan logistik pada tahun 2022, kini mendorong solusi permanen melalui relokasi ke Hunian Tetap (Huntap).
Berdasarkan kajian geologi dari Badan Geologi (BG) dan Kementerian ESDM, relokasi ke Desa Capar menjadi jalan keluar jangka panjang yang paling rasional. Namun, Harris mengingatkan bahwa proses pemindahan penduduk tidak boleh dilakukan secara serampangan.
“Memindahkan warga bukan sekadar memindahkan bangunan fisik, tetapi memindahkan satu ekosistem, budaya, dan kebersamaan mereka. Bantuan Hunian Sementara (Huntara), Huntap, hingga jaminan hidup dari Kementerian Sosial harus dipastikan tepat sasaran agar warga tetap terlindungi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Harris menekankan bahwa keberhasilan relokasi sangat bergantung pada kesiapan ekonomi di lokasi baru. Ia meminta pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memikirkan akses mata pencaharian warga. Menurutnya, tanpa adanya dukungan sektor produktif, warga berisiko kembali ke zona bahaya demi menyambung hidup.
Sebagai anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Harris berencana melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan alokasi anggaran penanggulangan bencana dari pusat dapat terserap dengan maksimal di daerah-daerah rawan seperti Tegal.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani
Ia menilai, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci agar penanganan pascabencana tidak berlarut-larut.
Di akhir kunjungannya, Harris berjanji akan membawa persoalan ini ke meja rapat di Senayan. Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga Desa Padasari agar mendapatkan prioritas dalam skema bantuan nasional. Baginya, keselamatan nyawa warga adalah mandat konstitusi yang tidak bisa ditawar oleh kendala birokrasi.
“Kami akan memperjuangkan ini bersama rekan-rekan di Komisi XI. Tujuannya satu: agar di setiap titik bencana, ada kehadiran nyata dari negara. Warga tidak boleh merasa berjalan sendirian di tengah musibah,” pungkasnya.

















































































