Ikuti Kami

Penyebab Banjir di Banjar Buleleng, Kariyasa Soroti Dugaan Alih Fungsi Lahan di Hulu

Kariyasa mengaku prihatin dan berdukacita atas bencana yang terjadi di Buleleng. 

Penyebab Banjir di Banjar Buleleng, Kariyasa Soroti Dugaan Alih Fungsi Lahan di Hulu
Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana menduga alih fungsi lahan di wilayah hulu menjadi salah satu penyebab banjir bandang yang melanda wilayah Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. 

Kepada awak media, Kariyasa mengaku prihatin dan berdukacita atas bencana yang terjadi di Buleleng. 

Terlebih berdasarkan data, ada peningkatan intensitas dan kuantitas bencana sejak 2002. 

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

"Contohnya, Denpasar yang sebelumnya tidak pernah banjir, kini sering dilanda banjir. Ini menjadi kewaspadaan bagi kita semua," ucapnya.

Selain pengaruh cuaca, Kariyasa menilai aktivitas manusia juga berpotensi memperparah dampak bencana, khususnya melalui deforestasi dan alih fungsi lahan. 

Ia menyebut, sejumlah kawasan hutan di Bali belakangan mengalami perubahan fungsi, baik menjadi lahan pertanian produktif maupun aktivitas lain.

"Alih fungsi lahan dan perubahan vegetasi bisa memengaruhi kemampuan tanah menahan air. Apalagi kalau tanaman keras diganti dengan tanaman yang akarnya tidak kuat menahan tanah," ujarnya.

Ia mencontohkan, di beberapa lokasi terdapat perubahan vegetasi dari tanaman keras menjadi tanaman produktif seperti kopi, pisang, atau tanaman buah. 

Dalam praktiknya, pohon-pohon besar kerap ditebang agar tanaman baru bisa mendapatkan sinar matahari dan tumbuh optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut secara ekonomi mungkin menguntungkan masyarakat karena lahan menjadi produktif. 

Namun di sisi lain, perubahan vegetasi berpotensi mengurangi daya serap tanah dan meningkatkan risiko longsor maupun banjir saat hujan deras.

Karena itu, ia mendorong adanya kajian mendalam untuk memastikan apakah alih fungsi lahan turut berkontribusi terhadap bencana banjir bandang yang terjadi di Banjar.

Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, persoalan bencana perlu menjadi perhatian serius, sebab Bali merupakan daerah pariwisata yang sensitif terhadap isu keamanan dan lingkungan. 

Jika kejadian bencana terus terjadi dan ramai di media sosial, dikhawatirkan dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap Bali.

"Bali ini pulau kecil dan daerah pariwisata. Isu bencana bisa berdampak pada citra pariwisata jika tidak ditangani dengan baik," pungkasnya.

Quote