Majalengka, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ineu Purwadewi Sundari, mengajak siswa SMK Muhammadiyah Majalengka meningkatkan pemahaman politik, berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, serta bijak menggunakan media sosial.
“Perkembangan teknologi seharusnya membawa kebaikan bagi anak-anak. Mereka bisa meningkatkan kapasitas belajar dan pengetahuan, asalkan digunakan secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Ineu, dikutip Rabu (14/10/2026).
Ineu menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini agar pelajar memahami prinsip-prinsip demokrasi, memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan penggunaan gawai perlu dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas diri. Namun, kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi agar pelajar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi secara tidak bijak berpotensi membuat generasi muda kurang peka terhadap lingkungan sosial dan apatis terhadap persoalan politik.
Ineu berharap pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah dapat menumbuhkan kesadaran politik sekaligus mendorong pelajar terlibat dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari lingkungan sekolah hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, praktik demokrasi dapat dimulai melalui pemilihan pengurus organisasi siswa, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
“Pengalaman tersebut menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami proses pemilihan, menghargai perbedaan pilihan, dan menerima hasil keputusan secara demokratis,” ungkapnya.
Selain itu, Ineu menyoroti pentingnya keterlibatan pemilih muda dalam Pemilu 2029. Berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, pemilih muda, termasuk kalangan milenial, Generasi Z, dan pemilih pemula, akan memiliki porsi besar dalam menentukan arah politik nasional.
“Karena itu, pendidikan demokrasi yang dilaksanakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula agar tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu menentukan pilihan secara rasional,” tegasnya.
Ia berharap para pelajar dapat menjadi pemilih yang kritis, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional terhadap kapasitas dan komitmen calon pemimpin dalam membangun bangsa dan negara.
“Harapannya, pemilih pemula mau berpartisipasi, peduli terhadap pemilu, dan memberikan kontribusi dengan memilih kader atau calon terbaik yang bisa membangun bangsa dan negara,” pungkasnya.

















































































