Bogor, Gesuri.id – Selama melakukan pertemuan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bogor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM Mahathir Muhammad juga membahas jajaki kerja sama memproduksi mobil yang nantinya bisa digunakan di kawasan ASEAN.
Baca: Jokowi-Mahathir Bicarakan Korupsi, Perbatasan hingga Politik
Bicara soal mobil nasional (mobnas), Indonesia sebenarnya berada satu langkah di belakang Malaysia, dimana Malaysia telah memiliki mobnas merek Proton. Mahathir merupakan orang dibalik produksi mobnas Proton.
"Kita juga pada masa lawatan itu kita sudah berbincang akan kemungkinan kita membangunkan kereta (mobil) Malaysia-Indonesia yang boleh diguna seluruh ASEAN," ungkap Mahathir di Istana Bogor, Jumat (28/6).
“Tetapi karena sebab-sebab tertentu kita tidak dapat teruskan dengan projek ini. Tetapi sekarang ini kita berhajat (berkeinginan) untuk menghidup semula (lagi) projek ini," sambung Mahathir.
Baca: PM Mahathir: Sukarno Orang Hebat, Presiden Jokowi Luar Biasa
Seperti diketahui, di negerinya sendiri, Mahathir harus rela kehilangan mobil nasionalnya karena sudah dijual sahamnya kepada Geely. Mahathir bahkan sempat mengeluarkan air mata saat peristiwa itu terjadi.
Sementara di Tanah Air, proyek mobil nasional yang sudah bertahun-tahun dicanangkan belum juga muncul wujudnya.

















































































