Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan jabatan direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) harus diisi figur profesional yang memiliki kemampuan manajerial sekaligus memahami konservasi satwa.
Penegasan itu disampaikan menyusul perubahan status KBS dari Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) menjadi Perumda melalui Peraturan Daerah (Perda) terbaru. Perubahan tersebut dinilai menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola KBS, termasuk proses pengisian jajaran direksi.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Ditemui di ruang kerjanya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (27/2/2026), Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks mengatakan mekanisme pengisian direksi, baik melalui lelang jabatan maupun penunjukan, bukan menjadi persoalan selama tetap sesuai regulasi dan mampu membawa perbaikan nyata bagi KBS.
“Yang terpenting adalah profesionalisme. Direksi harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, memahami regulasi, ilmu konservasi satwa, serta mampu menjaga kesejahteraan satwa dan SDM yang terlibat dalam pengelolaan KBS,” ujarnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, Kebun Binatang Surabaya merupakan ikon Kota Pahlawan yang harus terus berkembang dan tidak boleh stagnan. Karena itu, pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar KBS mampu bertransformasi menjadi lembaga konservasi sekaligus destinasi edukasi yang modern.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Komisi B DPRD Surabaya, lanjut Buleks, juga mendorong sejumlah pembenahan strategis, mulai dari penyesuaian tarif masuk, peningkatan kesejahteraan satwa, hingga optimalisasi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menegaskan direksi terpilih nantinya harus mampu melakukan lompatan kinerja melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan serta memastikan KBS memberikan kontribusi nyata bagi Kota Surabaya.
“Kami di Komisi B terus mendorong perbaikan, baik dari sisi kesejahteraan satwa, tata kelola manajemen, maupun peningkatan PAD yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

















































































