Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan meminta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalbar yang baru melakukan terobosan serius untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu langkah yang didorong yakni membentuk tim khusus untuk turun langsung mendatangi perusahaan-perusahaan di Kalbar.
Krisantus menilai masih banyak potensi pajak daerah yang belum tergarap maksimal, terutama pajak air permukaan, pajak alat berat hingga pajak kendaraan operasional perusahaan.
Ia bahkan menyebut banyak perusahaan yang diduga tidak jujur dalam pelaporan pajak air permukaan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“80 persen perusahaan tidak jujur,” tegasnya.
Karena itu, menurutnya pemerintah daerah harus berani melakukan investasi dengan membeli alat pengukur penggunaan air permukaan yang dipasang langsung di perusahaan-perusahaan.
“Coba pikir, memangnya bisa mendapatkan uang tanpa investasi? Memangnya bisa pakai air liur basi,” kata Krisantus.
Ia meminta kepala Bapenda yang baru memiliki semangat baru dan keberanian membuat terobosan untuk menggali potensi PAD yang selama ini bocor.
“Bentuk tim datang ke perusahaan-perusahaan. Lihat mana perusahaan yang tidak taat membayar pajak air permukaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Krisantus juga mendorong pengadaan alat pengukur penggunaan air serta pendataan alat berat yang dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya.
Menurutnya, jumlah alat berat yang tercatat di Kalbar saat ini sangat kecil dibanding aktivitas perusahaan yang ada.
“Masa alat berat cuma seribu lebih. Makanya bikin tim datang ke perusahaan-perusahaan. Itulah gunanya UPT Bapenda yang ada di setiap kabupaten kota,” katanya.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Selain pajak air dan alat berat, ia juga meminta optimalisasi pajak BBM melalui koordinasi dengan Pertamina, termasuk penertiban kendaraan operasional dan kendaraan angkutan milik perusahaan.
Krisantus bahkan mengusulkan adanya surat edaran yang mewajibkan kendaraan operasional perusahaan menggunakan pelat nomor Kalbar agar pajaknya masuk ke daerah.
“Potensi alam kita luar biasa, tapi kita miskin. Kita ini seperti tikus mati di lumbung padi,” sindirnya.
Ia menyambut rencana DPRD Kalbar membentuk panitia khusus (Pansus) PAD dan berharap kolaborasi legislatif serta eksekutif bisa menjadi kekuatan besar untuk menggali potensi pendapatan daerah.
“Kalau kita bergerak bersama, PAD Kalbar sebenarnya sangat besar,” pungkasnya.

















































































