Banyuwangi, Gesuri.id- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat karena banyak prestasi yang ditorehkannya. Melalui pola kepemimpinan ‘gotong royong’, pria yang merupakan kader andalan PDI Perjuangan ini bersama masyarakat, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya membuat Kabupaten Banyuwangi maju pesat.
Baca: Atasi Kemiskinan, Banyuwangi Pakai Aplikasi "Jalin Kasih"
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jend TNI (Purn) Moeldoko memberikan apresiasi kepada Anas saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Lounge Pelayanan Publik Banyuwangi, Rabu (4/4).
Dalam kunjungannya, Moledoko menyempatkan diri menjelajahi tata kelola pemerintahan Banyuwangi yang tampak di layar komputer melalui sistem berbasis teknologi informasi. Di antaranya e-village budgeting yang mengatur anggaran pengelolaan desa dan e-monitoring system untuk memantau berbagai program pembangunan.
Baca: Banyuwangi Gaet Wisatawan dengan Osing Travel Mart
Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini menilai, pengelolaan pemerintahan melalui MPP sudah efektif dan efisien.
“Kita lihat di sini sudah efektif dan efisien ya pengelolaannya. Masyarakat kini bisa terlibat langsung dengan cara datang ke sini untuk melihat, mengontrol, serta memonitor. Inilah model good governance yang bagus, dan harus ditingkatkan. Daerah-daerah harus segera berbenah untuk maju,” ungkapnya.
Moeldoko juga berniat menjadikan prestasi dan terobosan yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi sebagai bahan kajian bersama dengan daerah lain di Indonesia.
“Saya akan jadikan ini sebagai kajian untuk perumusan cara mengelola sebuah daerah yang mengedepankan efisiensi dan efektifitas,” katanya saat melihat MPP.
Baca: Basarah: Pelayanan Publik Banyuwangi Layak Jadi Rujukan
Beberapa prestasi Anas antara lain dengan menghadirkan program ekonomi kerakyatan yang berhasil meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi, tingkat inflasi yang rendah, bantuan beasiswa, program jemput bola bagi warga miskin yang sakit, serta pengelolaan birokrasi yang makin mudah, yakni dengan menghadirkan MPP dan Lounge Pelayanan Publik. Khusus untuk MPP, Banyuwangi merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang menghadirkan pelayanan ini.

















































































