Ikuti Kami

PDI Perjuangan Siap Upayakan Kelancaran Perjalanan Dua Kapal Tanker Milik Pertamina

Dukungan ini diberikan agar kedua kapal tersebut dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

PDI Perjuangan Siap Upayakan Kelancaran Perjalanan Dua Kapal Tanker Milik Pertamina
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan siap membantu pemerintah dalam mengupayakan kelancaran perjalanan dua kapal tanker milik Pertamina yang hingga kini masih bersandar di Teluk Arab.

Dukungan ini diberikan agar kedua kapal tersebut dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

PDI Perjuangan menilai, hubungan baik yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Iran bisa menjadi jalur strategis dalam mendukung langkah diplomasi Indonesia.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Harapannya, upaya tersebut mampu menjamin keamanan dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) itu saat melintasi jalur perairan yang tengah menjadi sorotan dunia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan hal ini saat menjawab pertanyaan awak media terkait kemungkinan peran partainya dalam membantu lobi ke Pemerintah Iran.

“Tentu saja ini berkaitan dengan kepentingan Bangsa dan Negara. Jangan sampai terjadi krisis akibat (kelangkaan) energi,” ucap Hasto di kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jawa Timur, Minggu (29/3).

Kehadiran Hasto di Blitar sendiri dalam rangka mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang melakukan ziarah ke makam ayahnya, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa meskipun PDIP saat ini tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, partainya tetap mengedepankan kepentingan nasional.

“PDI Perjuangan meskipun fungsinya sebagai penyeimbang tapi terkait dengan kepentingan Bangsa dan kepentingan masyarakat kami berikan uluran tangan terbaik dalam membantu persoalan tersebut,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina International Shipping (PIS) VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Arab.

Keduanya belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Indonesia karena situasi di Selat Hormuz dinilai belum cukup aman.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

Ketegangan di kawasan tersebut dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak pada keamanan jalur pelayaran internasional.

Meski demikian, kabar positif datang dari Pemerintah Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang, menyatakan bahwa pihak Iran telah memberikan respons yang baik terkait jaminan keamanan bagi kedua kapal tersebut.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," tutur Yvonne.

Quote