Ikuti Kami

Percepat Pemberantasan TBC di Rembang, Edy Wuryanto: Jangan Malu Periksa, Ini Program Prioritas Presiden

Edy menyampaikan bahwa pemberantasan TBC merupakan amanat langsung dari program prioritas Presiden.

Percepat Pemberantasan TBC di Rembang, Edy Wuryanto: Jangan Malu Periksa, Ini Program Prioritas Presiden
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Rembang, Gesuri.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Rembang. 

Melalui sinergi bersama Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Rembang, upaya deteksi dini kini diperluas hingga ke tingkat desa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dalam sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Pasar Mbrumbung, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Sabtu (9/4/2026), Edy menyampaikan bahwa pemberantasan TBC merupakan amanat langsung dari program prioritas Presiden.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

Edy mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 2.000 penderita TBC di Kabupaten Rembang. Guna memutus rantai penularan, pemerintah menerapkan strategi "jemput bola" dengan menghadirkan fasilitas kesehatan langsung ke tengah pemukiman warga.

“Penderita TBC dan keluarganya difoto rontgen menggunakan mobile rontgen. Jadi, rontgennya dilakukan di kantor kelurahan, balai desa, hingga gedung olahraga. Kami mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Edy.

Setelah melalui tahapan rontgen, warga akan menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM). Langkah ini krusial untuk memetakan kondisi pasien, terutama untuk mendeteksi apakah pasien mengalami resistensi atau kebal obat.

“Baru kemudian diobati sesuai kondisi pasien. Ada yang masa pengobatannya 4 bulan, 6 bulan, 9 bulan, hingga satu tahun,” jelas politisi tersebut.

Program ini telah berjalan selama dua pekan terakhir dengan sasaran 100 titik pemeriksaan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Rembang. Menariknya, Edy menekankan bahwa pengobatan tidak hanya diberikan kepada mereka yang positif, tetapi juga kepada mereka yang berisiko.

“Bagi yang hasilnya negatif namun memiliki kontak erat, tetap akan diberikan terapi yang namanya Terapi Pencegahan TBC (TPT),” imbuhnya.

Salah satu tantangan terbesar dalam pemberantasan TBC adalah stigma sosial. Edy menyoroti masih banyaknya warga yang enggan memeriksakan diri karena merasa malu atau memilih menyembunyikan penyakitnya.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Secara khusus, Edy meminta dukungan dari aparatur tingkat lokal untuk menggerakkan warga. Ia menekankan tiga poin utama:

- Proaktif: Masyarakat jangan ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala.

- Dukungan Birokrasi: Lurah dan Camat harus aktif memastikan data penderita di wilayahnya tertangani.

- Keterbukaan: Menghilangkan stigma agar penderita TBC mau berobat hingga tuntas.

“Biasanya penderita TBC itu malu, malah menyembunyikan diri sehingga tidak proaktif. Ini perlu dukungan Pak Lurah dan Pak Camat agar data TBC di Rembang segera diselesaikan dan mereka sembuh total,” tegas Edy.

Quote