Ikuti Kami

Charles Honoris Minta Pemerintah Perkuat Surveilens Untuk Cegah Penularan Hantavirus

Charles juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Charles Honoris Minta Pemerintah Perkuat Surveilens Untuk Cegah Penularan Hantavirus
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

Jakarta, Gesuri.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memastikan satu warga asal Kulon Progo yang suspek terpapar hantavirus dinyatakan negatif. 

Meski begitu, Komisi IX DPR meminta pemerintah memperkuat surveilans untuk mencegah adanya penularan virus.

"Terkait informasi suspek Hanta Virus di DIY yang kemudian telah dipastikan negatif oleh Dinas Kesehatan, tentu kita mengapresiasi langkah cepat dan transparan dari Dinkes DIY dalam melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi tersebut," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

"Meski hasilnya negatif, kejadian ini tetap menjadi pengingat penting bahwa penguatan surveilans penyakit menular harus terus dilakukan," sambungnya.

Charles menekankan pemerintah perlu memastikan sistem surveilans berjalan baik hingga ke daerah, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan, laboratorium, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan yang cepat. Ia pun mendorong penguatan koordinasi pemerintah dengan otoritas kesehatan negara lain.

Baca: Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil

"Selain itu, pemerintah juga perlu terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan otoritas kesehatan di berbagai negara serta lembaga kesehatan internasional untuk memonitor perkembangan dan penyebaran virus ini secara global. Langkah tersebut penting agar Indonesia dapat melakukan antisipasi lebih dini dan menyiapkan respons kesehatan masyarakat secara tepat," katanya.

Charles juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Ikuti informasi resmi dari pemerintah maupun otoritas kesehatan," pungkasnya.

Quote