Ikuti Kami

Politisi Banteng Nilai Pemda DIY Gagal Atasi Covid

Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY dianggap tak mengambil tindakan saat jalanan kembali ramai di tengah wabah.

Politisi Banteng Nilai Pemda DIY Gagal Atasi Covid
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY R.B Dwi Wahyu Budiantoro didampingi Yuni Satia Rahayu, Kamis (16/4) sepakat menyatakan selama status tanggap darurat, Pemd DIY tidak melakukan apa-apa. Wajar masyarakat kembali beraktivitas dan meramaikan jalanan DIY. (GATRA/Kukuh Setyono/akh)

Yogyakarta, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY R.B. Dwi Wahyu Budiantoro menilai Pemda DIY gagal mengatasi Covid-19. 

Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY dianggap tak mengambil tindakan saat jalanan kembali ramai di tengah wabah.

Baca: Sri Rejeki Apresiasi Dukungan Gubernur Terhadap Pasien Covid
 
Ia melihat sejak penetapan status tanggap darurat pada 20 Maret belum ada langkah konkret oleh Satgas Covid-19 DIY.
 
"Satgas lambat. Mereka hanya jalan di tempat. Padahal penerapan status hampir berjalan 30 hari. Satgas masih terus berdiskusi. Tidak ada eksekusi," kata Dwi, Kamis (16/4), di Gedung DPRD DIY.
 
Dwi mengatakan, saat masyrakat diimbau tetap di rumah dan menjaga jarak guna memutus penyebaran Covid-19, Satgas malah sibuk menyempotkan diisinfektan yang sebenarnya bisa dilakukan warga secara mandiri.
 
Menurut dia, karena tidak ada langkah Pemda DIY untuk mendukung warga tetap di rumah, warga pun beraktivitas dan membuat ramai jalanan karena alasan ekonomi.
 
"Berbeda jika Pemda DIY melalui Satgas memberi jaminan kepada keluarga terdampak agar tetap di rumah dengan diberi subsidi semisal Rp200 ribu per KK. Saya pikir Pemda mampu melakukan itu, namun mereka tidak punya niat," katanya.


 
Menurutnya, Pemda DIY mudah saja memberi bantuan agar warga tetap di rumah karena data warga terdampak dan anggaran sudah ada. Data warga di luar penerima bantuan pemerintah pusat seharusnya menjadi basis pemberian bantuan Pemda DIY. 
 
Dwi mengatakan kondisi ini membuktikan upaya penanggulangan wabah Covid-19 oleh Pemda DIY gagal. Ia pun mempertanyakan upaya pemulihan, terutama aspek ekonomi, usai masa wabah.
 
"Idealnya saat ini Dinas Komunikasi dan Informatika DIY harus berperan penting. Selain sebagai penyedia data, sosialisasi merata dengan berbagai stakeholder harus diperkuat untuk disampaikan ke masyarakat," lanjutnya.
 
Selain itu, masyarakat dipermudah mengakses berbagai program pemerintah, terutama melalui aplikasi digital. Wakil Ketua Fraksi PDIP Yuni Satia Rahayu mengatakan karena tak ada langkah selama masa tanggap darurat, Pemda DIY pun belum memiliki program pasca-penetapan status tersebut.

Baca: PDI Perjuangan Gowa Buka Dapur Umum Bagi Masyarakat Kecil
 
"Masyarakat  DIY itu luar biasa. Selalu bangkit ketika dihantam bencana karena kegotongroyongannya. Namun harus mendapatkan dorongan terutama dengan konsep besar apa yang akan dilakukan Pemda, khususnya perekonomian," katanya.
 
Karena itu, Fraksi PDIP DPRD DIY mememinta Pemda DIY segera melakukan langkah nyata untuk membantu warga terdampak Covid-19. Langkah ini bisa dimulai dari pendataan secara valid agar program tepat sasaran.

Quote