Ikuti Kami

Kesehatan Dijemput, Bukan Ditunggu: Dokter Diaspora dan PDI Perjuangan Menyusuri Rumah Warga Terdampak Bencana Aceh Timur

Perkenalkan, saya dr. Adi Putra Korompis dari dokter diaspora. Kami berkolaborasi bersama DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan

Kesehatan Dijemput, Bukan Ditunggu: Dokter Diaspora dan PDI Perjuangan Menyusuri Rumah Warga Terdampak Bencana Aceh Timur
Dokter diaspora Indonesia dr. Adi Putra Korompis - Foto: Gen Banteng

Aceh Timur, Gesuri.id – Di tengah sisa-sisa bencana yang masih membekas, tim kesehatan PDI Perjuangan bersama dokter diaspora Indonesia memilih untuk tidak hanya menunggu di balik meja posko. Mereka melangkah lebih jauh, menyusuri jalan-jalan desa, mengetuk pintu rumah warga, dan mendatangi langsung mereka yang tak lagi punya tenaga untuk datang berobat.

Di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, layanan kesehatan berubah wujud menjadi sebuah perjalanan. Bukan warga yang dipanggil datang, melainkan dokter dan relawan yang hadir ke rumah-rumah, memastikan tak satu pun warga tertinggal dari layanan kesehatan.

“Perkenalkan, saya dr. Adi Putra Korompis dari diaspora Indonesia. Kami bekerja sama dan berkolaborasi bersama DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan. Hari ini kami turun langsung ke lokasi bencana,” ujar dr. Adi di sela kunjungan rumah ke rumah.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan warga belum sepenuhnya terjangkau hanya dengan membuka posko kesehatan. Banyak warga, terutama lansia dan mereka yang kondisinya lemah pascabencana, belum mampu datang sendiri.

“Selain pelayanan di posko untuk pemeriksaan kesehatan secara umum, kami juga turun ke rumah-rumah. Seperti yang bisa dilihat, ini home visit untuk pasien-pasien yang belum bisa datang langsung ke lokasi. Jadi, kami yang mendatangi mereka,” lanjutnya.

Di sebuah rumah sederhana, seorang warga menyampaikan keluhannya. Tenggorokannya gatal, tubuhnya demam, dan sejak beberapa hari terakhir ia hanya bisa beristirahat di rumah. Setelah diperiksa dan diberikan obat, senyum pun mengembang di wajahnya.

“Terima kasih PDI Perjuangan sudah membantu kami, terima kasih,” ucapnya lirih, penuh rasa syukur.

Kunjungan demi kunjungan dilakukan dengan sederhana, namun sarat makna. Tidak ada jarak antara dokter dan pasien, tidak ada sekat antara relawan dan warga. Yang ada hanyalah kepedulian yang bergerak dari satu rumah ke rumah lain.

Dari Pantee Bidari, satu pesan kemanusiaan terasa begitu kuat: dalam kondisi darurat, kesehatan harus dijemput, bukan ditunggu. Ketika bencana membuat langkah warga tertahan, maka kewajiban kemanusiaanlah yang harus melangkah lebih dulu.

Solid bergerak, karena bagi tim kesehatan PDI Perjuangan dan dokter diaspora Indonesia, kemanusiaan tidak pernah mengenal jarak.

Quote