Bekasi, Gesuri.id - Sebanyak 9.119 warga Kota Bekasi tercatat berangkat mudik ke kampung halaman menggunakan kereta api melalui Stasiun Bekasi pada Kamis, 19 Maret 2026.
Lonjakan jumlah penumpang tersebut disebut sebagai puncak arus mudik tahun ini untuk moda transportasi kereta api.
Wali Kota Bekasi yang juga politisi PDI Perjuangan Tri Adhianto Tjahyono, mengatakan berdasarkan data penjualan tiket, hari ini menjadi titik tertinggi keberangkatan pemudik dari Stasiun Bekasi.
“Jadi kalau data yang hari ini terkait dengan tiket yang terjual memang puncaknya di hari ini,” ujar Tri kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, Stasiun Bekasi menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk memulai perjalanan mudik, bahkan menempati posisi setelah Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dalam jumlah keberangkatan penumpang.
“Kami melihat bahwa Stasiun Bekasi merupakan salah satu favorit bagi para pemudik berangkat ke kampung halaman,” jelasnya.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Tri juga mengingatkan calon penumpang agar tidak datang ke stasiun tanpa memiliki tiket keberangkatan.
Menurutnya, hal tersebut justru akan menambah kepadatan di area stasiun dan berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.
“Bagi penumpang yang memang belum memiliki tiket, lebih baik tidak usah datang ke stasiun,” tegasnya.
Ia menambahkan, layanan penjualan tiket langsung di stasiun hanya dibuka dalam waktu terbatas, yakni sekitar tiga jam sebelum jadwal keberangkatan dan hanya untuk tiket yang masih tersedia.
Untuk itu, masyarakat diimbau memanfaatkan pembelian tiket secara online guna memastikan kepastian keberangkatan sekaligus menghindari penumpukan di lokasi.
Pemerintah Kota Bekasi bersama pihak terkait juga terus melakukan pemantauan guna memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, dan kondusif.

















































































