Ikuti Kami

Putra Nababan Minta Anak Muda Jadikan Pancasila Sebagai “ Way of Life”

Sejak kemerdekaan sampai sekarang kita-kita ini sudah terbiasa ber-Bhineka Tunggal Ika, kita sudah terbiasa berbeda-beda.

Putra Nababan Minta Anak Muda Jadikan Pancasila Sebagai “ Way of Life”
Putra Nababan anggota DPR RI

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR/MPR Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengingatkan kepada generasi muda di Jakarta Timur, untuk senantiasa menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup sehari-hari karena akan memberikan arah perilaku agar selaras dengan nilai luhur yang diyakini kebenarannya.  

Pancasila bukan hanya sebatas dasar negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberadaannya turut menjadi pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Sebab, unsur-unsur dalam Pancasila sejatinya tersusun dari beragam pandangan hidup dari masyarakat Indonesia sendiri. 

"Beberapa pandangan hidup yang diadopsi dalam Pancasila antara lain nilai adat istiadat, nilai kebudayaan, dan nilai religius. Semua nilai-nilai tersebut telah melekat erat pada masyarakat Indonesia semenjak dahulu kala," kata Putra dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR di Rumah Aspirasi Jakarta Timur , Minggu (17/3).

Menurut Putra, setiap manusia mempunyai pandangan hidup dengan tingkatan berlainan dalam menentukan masa depannya. Pancasila yang dijadikan pandangan hidup berarti keberadaannya dapat memberikan arah perilaku masyarakat Indonesia agar sesuai nilai luhur yang diyakini kebenarannya. 

"Makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan telah diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya bagi bangsa Indonesia. Pancasila menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Di samping itu, bangsa Indonesia juga memiliki tekad kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan nyata," katanya.

Salah satu pengamalan nilai Pancasila yang sangat penting adalah mengembankan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. "Pola hidup bermasyarakat yang unik tersebut, sangat dibutuhkan guna mempererat an menjaga kebhinekaan di Tanah Air. Untuk itu, ia mengajak warga di daerah pemilihannya Jakarta Timur untuk menjaga dan merawat kebhinekaan yang merupakan anugerah ilahi di Indonesia.

"Sejak jaman Majapahit, sejak kemerdekaan sampai sekarang kita-kita ini sudah terbiasa ber-Bhineka Tunggal Ika, kita sudah terbiasa berbeda-beda," kata Putra 

Putra menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika menjadi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, ras, agama dan bahasa. Indonesia, memiliki banyak keragaman, Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi prinsip persatuan dan kesatuan bangsa.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa para Bapak Bangsa selalu mengatakan jika Indonesia ini dibangun bukan karena mayoritas tapi kebersamaan.

"Bukan karena mayoritas yang memutuskan tapi kebersamaan, itu dimulai sejak kapan? Sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kenapa berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia? Kenapa bukan Bahasa Jawa? Padahal itu adalah mayoritas. Kita memang sejak awal bukan karena saya lebih besar kamu lebih kecil, saya lebih banyak kamu lebih sedikit bukan itu," ungkap Putra.

Quote