Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Kembung dan Bandeng Superfood Asli Indonesia, Tak Kalah dengan Salmon

“Jangan tertipu propaganda Barat. Kita punya ikan yang lebih super.”

Rokhmin Dahuri: Kembung dan Bandeng Superfood Asli Indonesia, Tak Kalah dengan Salmon
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan ikan kembung dan bandeng merupakan superfood asli Indonesia yang memiliki kandungan gizi unggul, dalam kegiatan penyerahan bantuan makanan olahan ikan di Pondok Pesantren Qur’an Kayuwalang, Kota Cirebon.

“Jangan tertipu propaganda Barat. Kita punya ikan yang lebih super,” tegasnya, dikutip Kamis (7/5/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin mengungkapkan berdasarkan data ilmiah, kandungan omega-3 pada ikan kembung mencapai 2,6 gram per 100 gram, lebih tinggi dibandingkan salmon yang berkisar antara 1,4 hingga 1,8 gram per 100 gram. Selain itu, ikan kembung juga unggul dalam kandungan vitamin D, kaya protein, serta lebih terjangkau bagi masyarakat.

Ia juga melontarkan kritik terhadap anggapan bahwa salmon merupakan ikan dengan kandungan gizi terbaik.

“Fakta ilmiahnya, kandungan gizi salmon kalah dengan kembung dan bandeng,” katanya.

Menurutnya, ikan kembung dan bandeng tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga lebih mudah diakses oleh masyarakat karena ketersediaannya yang melimpah di pasar tradisional maupun modern.

“Anak-anak yang diberi makan ikan akan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya, menekankan pentingnya konsumsi ikan lokal bagi masa depan bangsa.

Prof. Rokhmin kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh promosi produk luar negeri yang belum tentu lebih baik dari potensi pangan lokal Indonesia.

"Jangan terpengaruh propaganda dan promosi pihak barat tentang ikan salmon. Fakta ilmiahnya, kandungan gizi ikan salmon masih kalah dengan kembung dan bandeng. Masyarakat jangan tertipu dengan pihak barat, ada banyak ikan di perairan Indonesia yang  lebih super," jelas Prof. Rokhmin, Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.

Kegiatan penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kemitraan antara Prof. Rokhmin sebagai anggota Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP). Sebanyak 500 paket makanan olahan ikan dibagikan kepada santri dan masyarakat sekitar.

Acara tersebut turut dihadiri pimpinan Ponpes Qur’an Kayuwalang, KH. Agus Talik, S.Ag., M.Pd., kepala UPT BPPMHKP di Cirebon, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga edukasi gizi sekaligus dorongan untuk memperkuat kedaulatan pangan berbasis sumber daya laut lokal. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa upaya meningkatkan konsumsi ikan lokal merupakan bagian penting dari pembangunan kesehatan dan kesejahteraan bangsa.

Quote