Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, menyatakan renovasi Istana Gebang di Kota Blitar menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, bangunan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tersebut merupakan bagian dari warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
"Rumah ini pernah menyimpan mimpi seorang anak yang kelak memproklamasikan kemerdekaan bangsa," kata Romy dikutip Jumat (19/6/2026).
Romy menyampaikan hal tersebut usai peresmian renovasi Istana Gebang yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri, putri Bung Karno sekaligus Presiden Republik Indonesia ke-5. Ia menilai peresmian tersebut menjadi pengingat penting akan jejak sejarah yang telah membentuk perjalanan Indonesia sebagai bangsa merdeka.
Hari ini, jejak sejarah itu kembali diteguhkan melalui peresmian renovasi Istana Gebang oleh Megawati Soekarnoputri, putri Bung Karno sekaligus Presiden Republik Indonesia ke-5.
Menurut Romy, upaya pelestarian bangunan bersejarah tidak hanya sebatas menjaga fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan nilai dan semangat perjuangan yang terkandung di dalamnya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Merawat bangunan adalah menjaga kenangan, Merawat sejarah adalah menjaga arah perjalanan bangsa.
Ia menegaskan bahwa Istana Gebang memiliki makna yang lebih luas sebagai simbol perjuangan dan pengingat atas cita-cita besar para pendiri bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Dari Istana Gebang, Warisan Api Perjuangan terus menyala untuk Indonesia.
Romy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses renovasi dan peresmian Istana Gebang, termasuk kader serta keluarga besar PDI Perjuangan yang turut mendukung pelestarian situs bersejarah tersebut.
Terimakasih untuk seluruh kader dan keluarga besar PDI Perjuangan dan juga semua yang terlibat dalam prosesi ini, untuk kemarin, saat ini, dan nanti semoga segala hal baik mengiri langkah kita kedepan.

















































































