Ikuti Kami

Rudianto Tjen Imbau Warga Tak Panic Buying BBM di Tengah Isu Dampak Konflik Timur Tengah

Panic buying justru berpotensi memicu kelangkaan semu di lapangan. Ia meminta masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan

Rudianto Tjen Imbau Warga Tak Panic Buying BBM di Tengah Isu Dampak Konflik Timur Tengah
Anggota DPR RI, Rudianto Tjen melaksanakan kegiatan reses di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (4/3/2026) sore - Foto: Bangkapos.com

Pangkalpinang, Gesuri.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi.

Rudianto mengatakan dirinya melihat langsung peningkatan pembelian BBM oleh masyarakat di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dalam dua hari terakhir. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM dipastikan masih mencukupi.

“Saya sudah lihat sendiri ada rush di masyarakat sejak dua hari terakhir. Jangan sampai panic buying karena stok kita sudah melebihi dari hari biasanya,” kata Rudianto, Jumat (6/3/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Bangka Belitung itu juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak terkait di DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral. Dari komunikasi tersebut dipastikan bahwa pasokan BBM ke berbagai daerah, termasuk Bangka Belitung, dalam kondisi normal.

Menurutnya, panic buying justru berpotensi memicu kelangkaan semu di lapangan. Ia meminta masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan.

“Kalau panic buying lalu beli sampai rumah dikuras kemudian isi lagi, maka berapa pun stok tak akan mencukupi. Jadi masyarakat mohon membeli secukupnya,” ujarnya.

Rudianto menambahkan dirinya juga telah meminta pimpinan DPRD serta kepala daerah di Bangka Belitung untuk ikut mengawal distribusi BBM di lapangan. Ia berharap kondisi selama Ramadan tetap kondusif dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Semoga di bulan Ramadan ini kondisi tetap baik. Saya juga terus menghimpun informasi dari masyarakat untuk disampaikan di DPR RI,” kata Rudianto.

Sebelumnya, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bangka Belitung dipadati antrean kendaraan. Warga berbondong-bondong membeli BBM karena khawatir terjadi kelangkaan akibat isu dampak perang di Timur Tengah.

Pada Jumat pagi, antrean kendaraan di sejumlah SPBU bahkan meluber hingga hampir satu kilometer. Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas meski hujan ringan turun.

“Sudah sejam antre pak. Susah dapat BBM, Pertamax maupun Pertalite sama saja,” kata Suranto, pengendara minibus yang mengantre di SPBU Kampak.

Antrean panjang juga terpantau di sejumlah SPBU lain seperti SPBU Semabung, SPBU Pangkalbalam, dan SPBU Pasar Pagi.

Sementara itu, Terminal Manager Pertamina Pangkalbalam, Tri Awan, memastikan ketersediaan BBM di Pulau Bangka tetap aman. Ia menyebut fenomena panic buying akibat isu kelangkaan BBM juga terjadi di beberapa daerah lain seperti Banda Aceh dan Medan.

Menurutnya, distribusi BBM terus berjalan mengikuti siklus suplai yang telah ditetapkan. Bahkan, Pertamina telah menambah pasokan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Quote