Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa keberhasilan pelaku ekonomi kreatif tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau besarnya modal.
Keberhasilan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga ditentukan oleh kemampuan memahami potensi dan karakter kreatif yang dimiliki.
Anak muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dalam hal ini harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan bagian dari warga dunia yang berkompetisi di kancah global.
Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri
Oleh karena itu, karakter dan ciri khas lokal menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan karya yang bernilai dan berbeda.
"Kalau kita ingin eksis di tengah perputaran dunia, kita perlu memahami apa yang kita miliki. Itulah yang akan menjadi ciri dan karakter dari kreativitas yang dilakukan," kata Samuel di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (4/11).
Legislator PDI Perjuangan tersebut menambahkan jika kreativitas merupakan fondasi utama sebelum berbicara tentang kebutuhan anggaran.
Ia menilai bahwa para pelaku ekonomi kreatif perlu lebih fokus pada pengelolaan potensi yang ada agar bisa menghasilkan karya yang bernilai ekonomi dan budaya.
“Saya lebih melihat jika kita berbicara ekonomi kreatif, anggaran itu bukan segalanya. Yang paling utama adalah bagaimana pelaku ekonomi kreatif ini bisa paham mengelola potensi yang ada untuk dihadirkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Samuel menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membangun komunikasi dan dialog dengan para pelaku ekonomi kreatif.
Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha kreatif dinilai akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Tugas pemerintah adalah melakukan komunikasi dan dialog dengan para pelaku ekonomi kreatif supaya tercipta sinergi yang integratif di bidang ekonomi kreatif,” tuturnya.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Samuel berharap sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di tingkat global dengan mengandalkan kreativitas, karakter, dan potensi lokal.
Legislator Dapil Jateng I tersebut kembali menekankan dalam ekonomi kreatif bila kreativitas Lebih Penting daripada Besaran Anggaran.
Pasalnya, lanjut Samuel, banyak pelaku kreatif berhasil bukan karena modal besar, tetapi karena inovasi dan ketekunan mengelola potensi diri dan komunitas.
"Fokus harus beralih dari ‘berapa besar dana’ menjadi ‘seberapa besar nilai dan dampak yang dihasilkan dari ide kreatif’," tutupnya.

















































































