Jakarta, Gesuri.id – Pasca melaksanakan sidang paripurna Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Senin (2/7) lalu yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban APBD DKI Jakarta 2017, ternyata tanggapannya laporan tersebut menuai kritik dari DPRD DKI karena memiliki Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) hingga Rp 13,16 triliun.
Sebagian anggota dewan tingkat I mengatakan Silpa akan berdampak pada melemahnya ekonomi serta daya beli masyarakat. Bestari menganggap angka tersebut sangat besar.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Rikardo menjelaskan tingginya Silpa tidak bisa dibanggakan. Dia meminta penganggaran dilakukan lebih efektif lagi.
"Memang sebesar apa pun Silpa bukan pelanggaran APBD. Tapi pembangunan dan program yang sudah direncanakan harus dilaksanakan," jelas Rikardo dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta lanjutan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).
Sebelumnya pada rapat paripurna Senin (2/7), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan Silpa tahun anggaran 2016 sebesar Rp 7,7 triliun. Pada tahun ini, Silpa meningkat hampir 100 persen, yakni Rp 13,165 triliun.

















































































