Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisawarno, menyoroti rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di Jawa Timur pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jawa Timur menempati peringkat kelima secara nasional. Dalam data tersebut, nilai rata-rata TKA mata pelajaran matematika tercatat sebesar 36,77 dan bahasa Inggris 25,35, sementara bahasa Indonesia mencapai rata-rata 56,98.
Menanggapi kondisi tersebut, Sri Untari sapaan akrabnya menilai rendahnya capaian TKA tidak terlepas dari persoalan fokus belajar siswa serta pola pendampingan guru di sekolah.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Penilaian itu, kata dia, didasarkan pada hasil sampling yang dilakukannya saat turun ke sejumlah daerah pemilihan (dapil), di mana kemampuan numerasi dasar siswa masih tergolong lemah.
“Saya sampling ke sekolah-sekolah. Perkalian sederhana saja masih lama mikirnya,” ujarnya, Selasa (6/1/25).
Sri Untari menambahkan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, salah satunya berkaitan dengan kesabaran dan ketelatenan pendidik dalam mengajarkan konsep dasar kepada siswa.
“Sekarang itu caranya banyak, di buku ada, di YouTube ada. Tapi kesabaran pendidik juga penting,” imbuh politisi asal PDI Perjuangan itu.
Selain faktor pendidik, ia juga menyoroti rendahnya tingkat fokus siswa dalam proses pembelajaran. Menurutnya, rata-rata konsentrasi siswa hanya mampu bertahan kurang dari 10 menit sebelum terdistraksi oleh hal lain.
“Padahal matematika dan IPA itu butuh konsentrasi. Tidak bisa dihafal, tapi harus dipahami,” katanya legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Malang Raya.
Ia menilai, penggunaan telepon genggam di ruang kelas menjadi salah satu penyebab utama menurunnya fokus belajar siswa. Karena itu, Sri Untari mengusulkan adanya pembatasan penggunaan ponsel selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Baca: Ganjar Harap Kepemimpinan Gibran Bisa Teruji
“HP sebaiknya tidak dipakai di dalam kelas. Bisa dititipkan di depan kelas, nanti saat istirahat baru diambil,” ujarnya.
Sebagai solusi lainnya, Sri Untari mendorong sekolah untuk melatih fokus siswa sejak dini. Salah satu caranya, dengan membiasakan siswa untuk tenang dan diam sejenak sebelum pembelajaran dimulai.
“Fokus itu bisa dilatih. Diam beberapa saat saja sudah mengajarkan konsentrasi,” katanya.
















































































