Ikuti Kami

Sutarto Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi

Hal tersebut disampaikannya menyikapi kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin memburuk dan dinilai telah menghambat roda perekonomian.

Sutarto Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto, mendorong Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk segera mempercepat pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi.

Hal tersebut disampaikannya menyikapi kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin memburuk dan dinilai telah menghambat roda perekonomian serta sektor pariwisata di kawasan Kabupaten Karo.

Menurutnya, jalur utama Medan-Berastagi saat ini sudah tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kemacetan yang terjadi kerap memakan waktu tempuh dan meresahkan masyarakat.

Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak

“Kemacetan panjang itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari, terutama pada akhir pekan, musim libur, hingga ketika terjadi kecelakaan maupun bencana longsor. Kondisi ini kerap melumpuhkan jalur lintas dalam waktu lama dan sangat melelahkan masyarakat,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, situasi tersebut tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor ekonomi dan pariwisata. Oleh sebab itu, ia menilai pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi merupakan solusi strategis yang tidak bisa lagi ditunda.

“Sudah saatnya pemerintah pusat memberikan solusi nyata melalui pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi sebagai jalur alternatif yang aman, cepat, dan berkelanjutan,” ucap Sekretaris PDI Perjuangan Sumut itu.

Ia juga mendorong agar rencana pembangunan Tol Medan-Berastagi yang sempat tertunda dapat dibuka kembali dan disinergikan dengan jaringan tol lainnya, seperti Tol Medan-Siantar-Danau Toba dan Tol Medan-Binjai, guna memperkuat konektivitas regional di Sumut.

Lebih lanjut, Sutarto menjelaskan kemacetan di jalur Medan-Berastagi sangat berdampak terhadap distribusi hasil pertanian serta mobilitas wisatawan. Ia menyebut Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra produksi sayur dan buah utama sekaligus kawasan wisata unggulan di Sumut.

“Daerah ini sangat membutuhkan akses transportasi yang lancar dan aman. Titik-titik rawan kemacetan sudah sering disampaikan, sehingga tidak ada lagi alasan bagi pemerintah pusat untuk menunda pengambilan keputusan strategis,” katanya.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis

Meski demikian, ia juga menyoroti proyek jalan alternatif Medan-Berastagi melalui Kutalimbaru yang pembangunannya dimulai pada akhir 2023, namun hingga kini terhenti.

“Rute alternatif ini memiliki panjang sekitar 55,87 kilometer, lebih pendek dibandingkan jalur eksisting yang mencapai 76 kilometer. Kontur jalannya juga lebih landai dengan waktu tempuh yang lebih singkat,” tuturnya.

Ia berharap pembangunan akses jalan alternatif yang saat ini terhenti dapat dilanjutkan guna meminimalisir kemacetan serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Quote