Ikuti Kami

Sumpah Pemuda, Ingat Saat Bung Karno Merdekakan Negara Islam

"Betapa Indonesia saat itu betul- betul dihormati sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa Asia-Afrika".

Sumpah Pemuda, Ingat Saat Bung Karno Merdekakan Negara Islam
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Rakorbidnas Bidang Pemuda dan Olahraga dengan tema Optimisme dan Peran Serta Pemuda di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Selasa (27/10). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Proklamator RI Bung Karno sangat berperan secara politik dalam memerdekakan negara-negara Islam serta membuat angkatan bersenjata Indonesia tangguh. Hasto mengharapkan anak muda menjadikan langkah politik Bung Karno sebagai inspirasi terlebih besok Indonesia akan menyelenggarakan Hari Sumpah Pemuda. 

Baca: Pesan Megawati Menyambut Peringatan Sumpah Pemuda

"Betapa Indonesia saat itu betul- betul dihormati sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa Asia-Afrika. Kalau Ibu Mega berpesan agar para pemuda Indonesia memahami Jas Merah (jangan sekali-sekali melupakan sejarah). Maka jadikanlah kepeloporan para pemuda Indonesia saat itu," kata Hasto saat Rakorbidnas Bidang Pemuda dan Olahraga dengan tema Optimisme dan Peran Serta Pemuda di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Selasa (27/10).

Hasto menerangkan Indonesia sempat mengalami kemunduran di mata dunia saat Orde Baru. Selama 32 Tahun Soeharto memimpin, lanjut Hasto, mentalitas kepeloporan bagi dunia yang selama ini dibangun Bung Karno runtuh. 

Hasto mengingatkan, pada periode 1960-an, angkatan perang Indonesia merupakan angkatan perang yang terkuat di belahan bumi selatan. "Indonesia begitu diperhitungkan," jelas dia. 

Mengenai peran Bung Karno dalam kemerdekaan sejumlah negara Islam, lanjut Hasto, dimulai dari perkenalannya dengan Lakhdar Brahimi. Saat itu Lakhdar Brahimi dari Aljazair yang negaranya terjajah oleh Perancis berkunjung ke Indonesia sebagai mahasiswa. 

"Karena dia dengar Indonesia mengadakan Konferensi Asia Afrika. Padahal situasi saat itu kita bukanlah negara yang memiliki kekayaan yang cukup. Tetapi Bung Karno sadar bahwa salah satu wilayah Indonesia yaitu Irian Barat saat itu masih terjajah oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda," jelas Hasto. 

Baca: Sumpah Pemuda, Patung Bung Karno Berdiri di Kantor DPD-DPC

Hasto menerangkan, di acara Konferensi Asia-Afrika itu pula Bung Karno menjamu para tamu negara asing dengan makanan lokal sekaligus melakukan diplomasi. Termasuk membantu Lakhdar mendapat eksistensi negaranya di negara-negara Asia-Afrika. 

"Dan tidak hanya itu, Bung Karno membantu kepada Lakhdar Brahimi ini dana perjuangan dan kemudian disewakan sebuah rumah, di Jalan Serang di Menteng ini. Maka dari Jalan Serang itulah dirancang kemerdekaan Maroko, Tunisia dan Aljazair. Ini tiga negara Islam," kata Hasto.

Quote