Ikuti Kami

Kiai Ma’ruf Nilai Ekonomi Keumatan Perlu Dibangun

Kiai Ma'ruf Amin menilai ekonomi keumatan perlu dibangun di Tanah Air dan belajar dari sejarah perjalanan bangsa.

Kiai Ma’ruf Nilai Ekonomi Keumatan Perlu Dibangun
Calon wakil presiden nomor urut 01, Kiai Ma'ruf Amin.

Padang, Gesuri.id - Calon wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin menilai ekonomi keumatan perlu dibangun di Tanah Air dan belajar dari sejarah perjalanan bangsa yang sebelumnya bergantung pada konglomerat sehingga tidak membawa dampak bagi masyarakat banyak.

"Umat adalah bagian terbesar dari bangsa ini, kalau umat lemah bangsa akan lemah, jika umat kuat maka bangsa juga akan kuat," kata dia di Padang, Jumat (8/2).

Baca: Pengusaha Muda Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara utama pada bedah buku "The Ma'ruf Amin Way, Keadilan, Keumatan dan Kedaulatan" dihadiri kalangan perguruan tinggi dan undangan.

Menurut dia, ekonomi keumatan pada hakikatnya sama dengan ekonomi kerakyatan atau ekonomi Pancasila.

Ia menyampaikan prinsip ekonomi keumatan adalah bukan membenturkan yang lemah dengan yang kuat melainkan melakukan kolaborasi di antara keduanya atau menyinergikan antara yang lemah dan kuat.

"Dengan demikian tingkat kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin tidak jauh serta harta tidak berputar pada kalangan orang kaya saja," ujarnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia tersebut menyampaikan salah satu cita-cita bangsa adalah mewujudkan keadilan sosial sesuai dengan sila kelima Pancasila.

"Salah satu kebijakan dalam pengembangan ekonomi keumatan adalah melakukan redistribusi aset khususnya aset negara diberdayakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat," kata dia.

Baca: KH Ma'ruf: Rombong Arbi Wujud Kongkret Pemberdayaan Ekonomi

Ia melihat perubahan tersebut sudah mulai diterapkan sejak 2014 oleh Presiden Jokowi dengan mengubah pola "trickle down effect" atau efek ekonomi menetes ke bawah menjadi "bottom up" atau berakar dari bawah ke atas.

Dengan demikian peluang ekonomi Indonesia untuk maju dan mandiri menjadi lebih besar, ujarnya.

Quote