Jakarta, Gesuri.id - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan pencawapresan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 sebenarnya berawal dari wacana Jokowi 3 periode.
Namun wacana perpanjangan 3 periode Jokowi itu, kata Yunato, ditolak publik dan muncullah endorsment Jokowi ke sejumlah calon hingga berujung ke anaknya sendiri Gibran Rakabuming Raka.
Baca: Abdy Jelaskan Kenapa Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden RI

"Dimulai dari 3 Periode, perpanjangan periode, ditolak publik, lalu muncul-lah endorsement ke Ganjar, lalu juga ke Prabowo, berujung ke anaknya sendiri...." kata Yunarti di akun X (Twitter) nya, @yunartowijaya, Sabtu (21/10).
"Ini memang bukan ttg memilih Ganjar atau Prabowo, ini ttg mencari formula agar dirinya tetap berkuasa...," ujar Yunarto.
Sebelumnya Yunarto mencuit logika aneh Jokowi yang sepertinya mendukung Prabowo di Pilpres, seakan-akan membohongi pemilihnya di Pilpres 2014.
Baca: 3 Bandara Dibangun di Era Ganjar

"Banyak yang 2014 milih @jokowi karena takut ORBA berkuasa kembali lewat sosok Prabowo... Sekarang jokowinya milih prabowo, dan anaknya dimasukkan Golkar... Paripurna..," kata Yunarto.
Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tidak banyak berkomentar mengenai tudingan bahwa keluarganya melanggengkan dinasti politik, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatan uji materi soal usia capres dan cawapres.

















































































