Ikuti Kami

Alex Indra Lukman Ungkap Peran Penting Muhammadiyah Dalam Kemenangan PDI Perjuangan di Sumbar

Kerja sama yang telah dibangun ini bukan sekadar simbol atau kepentingan jangka pendek saat Pemilu saja.

Alex Indra Lukman Ungkap Peran Penting Muhammadiyah Dalam Kemenangan PDI Perjuangan di Sumbar
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, mengungkapkan peran penting Muhammadiyah dalam kemenangan kursi DPR RI yang diraih partainya di Sumatera Barat pada Pemilu 2024. 

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara buka puasa bersama PDI Perjuangan Sumbar di Padang dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah.

“Kerja sama yang telah dibangun ini bukan sekadar simbol atau kepentingan jangka pendek saat Pemilu saja. Ini adalah kemitraan nyata untuk masyarakat,” kata Alex, dikutip Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar periode 2022–2027, Bakhtiar, yang hadir bersama jajaran pengurus organisasi Islam tersebut. Menurutnya, kehadiran Muhammadiyah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi keagamaan dan partai politik tidak hanya terjadi pada momentum pemilihan umum, tetapi juga berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi Ramadan, kegiatan tersebut juga menghadirkan tausyiah dari Buya Bakhtiar dengan tema “Puasa dan Pentasyarufan Kebajikan.” 

Dalam pandangannya, Alex menilai sinergi antara PDI Perjuangan dan Muhammadiyah di Sumatera Barat memiliki karakter yang unik dan bahkan menjadi perbincangan di internal partai hingga tingkat nasional.

“Kerja sama dengan Muhammadiyah ini sesuatu yang luar biasa bagi kami. Jika dengan partai lain mungkin sudah biasa, tetapi dengan Muhammadiyah tentu memiliki nilai strategis,” ucap Alex.

Lebih jauh, Alex mengungkapkan bahwa rekomendasi dari PWM Sumbar turut berperan dalam kemenangan kursi DPR RI yang diraih PDI Perjuangan di wilayah tersebut pada Pemilu 2024.

“Satu kursi DPR RI yang kami raih tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan rekomendasi PWM Sumbar,” tegasnya.

Karena itu, Alex meminta seluruh pengurus cabang PDI Perjuangan di Sumatera Barat untuk aktif membangun komunikasi dengan pengurus Muhammadiyah di daerah masing-masing agar kerja sama tersebut dapat terus diperkuat.

“Ke depan, program sosial dan kerakyatan bisa dilakukan melalui partai. Sementara penguatan keagamaannya bersama Muhammadiyah,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Alex juga mengumumkan dua pengurus cabang PDI Perjuangan yang aktif menggelar kegiatan Ramadan 2026, yakni di Kabupaten Agam dan Padang. Kedua daerah tersebut mengadakan Daurah Tahfizh Al-Qur’an sebagai bagian dari program pembinaan generasi muda selama bulan suci Ramadan.

Program tersebut, menurut Alex, merupakan bentuk komitmen partai dalam mendukung pendidikan keagamaan serta penguatan karakter generasi muda.

Sementara itu, dalam tausyiahnya, Buya Bakhtiar menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai ritual semata, tetapi juga harus melahirkan kesalehan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa harus melahirkan komitmen terhadap kebajikan. Artinya, kesalehan ritual harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial,” jelasnya.

Ia juga menukil makna puasa dalam QS Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan bahwa tujuan akhir puasa adalah menjadikan manusia bertakwa. Untuk menggambarkan makna takwa, Buya Bakhtiar mengibaratkannya seperti unta yang berjalan hati-hati di padang pasir yang dipenuhi batu tajam dan duri.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa seseorang yang bertakwa akan sangat berhati-hati dalam setiap tindakan agar tidak merugikan orang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Buya Bakhtiar juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah secara khusus merekomendasikan kader muda untuk berkiprah di PDI Perjuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur komunikasi antara organisasi keagamaan dan partai politik.

Salah satunya adalah Muhammad Fakhri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Barat.

“Kami sengaja mengutus seorang aktivis muda Muhammadiyah agar bisa berkiprah di PDI Perjuangan. Semoga silaturahmi ini terus memberi kemaslahatan bagi umat,” pungkas Buya Bakhtiar.

Quote