Ikuti Kami

Haul Bung Karno dan Taufiq Kiemas di Malang: Momentum Dinginkan Suhu Politik lewat Refleksi Pancasila

Penasihat sekaligus Dewan Pengarah Haul, Abdul Qodir, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial.

Haul Bung Karno dan Taufiq Kiemas di Malang: Momentum Dinginkan Suhu Politik lewat Refleksi Pancasila
Penasihat sekaligus Dewan Pengarah Haul, Abdul Qodir.

Malang, Gesuri.id – Momentum peringatan Bulan Bung Karno ke-26 di Kabupaten Malang diisi dengan kegiatan religi dan refleksi kebangsaan. 

Panitia menggelar Haul Bung Karno ke-56 sekaligus Haul H.M. Taufiq Kiemas ke-13 sebagai ruang perenungan di tengah hangatnya dinamika politik nasional.

Penasihat sekaligus Dewan Pengarah Haul, Abdul Qodir, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. Melalui momentum haul, masyarakat diajak mendoakan para pahlawan bangsa, alim ulama, serta para masyayikh yang telah berkontribusi besar bagi Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang.

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi 

Menurut Abdul Qodir, penyelenggaraan haul ini memiliki makna krusial di tengah meningkatnya tensi politik dan perbedaan pandangan di masyarakat. Bangsa ini, lanjutnya, membutuhkan ruang spiritual untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Pada saat-saat tertentu, manusia perlu menengadah ke langit, memohon pertolongan Allah SWT, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW agar diberikan jalan kemaslahatan. Sebab, tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya melalui perdebatan dan kepentingan politik semata," ujar Abdul Qodir.

Ia menambahkan, haul ini menjadi sarana efektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila yang digagas Bung Karno agar tetap menjadi pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pancasila dinilai sebagai fondasi utama yang mampu menyatukan keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama di Indonesia. Tanpa adanya ideologi tersebut sebagai perekat, keberagaman berpotensi memicu perpecahan.

"Kesaktian Pancasila bukan sekadar slogan. Kita melihat bagaimana bangsa ini tetap bersatu di tengah perbedaan. Inilah warisan besar Bung Karno yang harus terus kita rawat dan amalkan," tegasnya.

Melalui Bulan Bung Karno dan peringatan Hari Lahir Pancasila, Abdul Qodir berharap seluruh elemen bangsa dapat meneguhkan kembali komitmen terhadap cita-cita para founding fathers.

Baca: Ganjar Pranowo Ingin Generasi Muda

Ia menekankan bahwa haul ini bukanlah forum untuk saling menyalahkan atau menghakimi pihak tertentu, melainkan wadah refleksi dan doa bersama demi kedamaian Indonesia.

Di akhir penyampaiannya, Abdul Qodir menyelipkan pesan mendalam untuk para elite dan pemimpin bangsa agar senantiasa memiliki kelapangan hati serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah rakyat. Termasuk dalam mendengar kritik dari berbagai elemen masyarakat.

"Kami memohon kepada Allah SWT agar para pemimpin bangsa dibukakan hati, pikiran, dan kesadarannya untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk suara mahasiswa dan kelompok kritis demi kemajuan bangsa," pungkasnya.

Quote