Ikuti Kami

Kampanyekan Makanan Pendamping Beras, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Memasak

Dorong Hidup Sehat, DPC PDI Perjuangan Gelar Lomba Memasak Bahan Makanan Pendamping Beras

Kampanyekan Makanan Pendamping Beras, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Memasak
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang menjabat Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, S.IP.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang menjabat Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, S.IP, mengajak masyarakat untuk kembali melirik kekayaan pangan lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan pangan keluarga. Hal ini disampaikan dalam acara Lomba Memasak Sehat yang mengusung tema inovasi menu pangan pengganti beras di Kota Yogyakarta.

Darini menekankan bahwa Indonesia, khususnya wilayah Yogyakarta, memiliki keragaman sumber karbohidrat non-beras yang sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kreativitas baru dalam mengolah bahan pangan lokal agar memiliki nilai rasa yang tinggi dan menarik bagi seluruh anggota keluarga.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

“Pagi hari ini kita mengadakan lomba memasak dengan fokus utama pada bahan pengganti beras. Kita ingin menularkan kesadaran kepada masyarakat bahwa sumber pangan kita sangat banyak, mulai dari kentang, telo (singkong/ubi), dan berbagai jenis umbi-umbian lainnya,” ujar Darini Sabtu 9 Mei 2025 di Yogyakarta.

Darini mengakui bahwa tantangan terbesar dalam diversifikasi pangan adalah budaya masyarakat yang masih memegang prinsip "belum makan kalau belum makan nasi". Oleh karena itu, ia mendorong adanya gerakan yang masif untuk membiasakan konsumsi pangan pendamping beras guna memutus ketergantungan tersebut.

“Kita sering mendengar ungkapan bahwa kalau belum kena nasi, rasanya belum makan. Pola pikir inilah yang ingin kita geser secara perlahan. Jika kita sudah mulai membiasakan diri, kita akan merasakan bahwa sumber pangan lain seperti kentang atau telo ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sangat enak dan kaya akan gizi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta Darini  ini menyoroti kaitan erat antara pola konsumsi pangan dengan tren kesehatan masyarakat saat ini. Di tengah meningkatnya berbagai jenis penyakit tidak menular, kembali ke pangan alami dan beragam menjadi solusi strategis untuk membangun imunitas tubuh.

“Saat ini penyakit sudah bermacam-macam jenisnya. Maka dari itu, mari kita bersama-sama menggalakkan gerakan makan sehat dengan gizi yang memenuhi syarat. Dengan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi, kita berharap dapat mewujudkan generasi masyarakat Yogyakarta yang lebih sehat dan tangguh di masa depan,” tegas Darini.

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh kaum perempuan sebagai peserta kegiatan, khususnya ibu-ibu dari wilayah Penembahan, Kemantren Kraton. Mereka tampak antusias menyulap bahan-bahan sederhana menjadi hidangan kreatif, mulai dari olahan tiwul modern hingga menu berbahan dasar umbi-umbian lainnya. Kehadiran para ibu dari Penembahan ini dipandang sebagai langkah krusial, mengingat peran strategis perempuan sebagai manajer konsumsi di rumah tangga yang mampu menentukan standar gizi bagi keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi, Darini juga sempat mencicipi beberapa hasil masakan peserta dan berdialog langsung mengenai pengolahan pangan lokal. Ia berharap semangat dari ibu-ibu di wilayah Kraton ini dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain di Kota Yogyakarta untuk memulai gerakan serupa.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan dukungan komunitas di tingkat kelurahan, diversifikasi pangan diharapkan bukan sekadar perlombaan sesaat, melainkan menjadi gaya hidup baru yang berkelanjutan demi ketahanan pangan kota. 

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menambahkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta penting lebih memperhatikan pertanian perkotaan untuk mendukung kedaulatan pangan.

"Kita mengerti bahwa lahan sawah di Kota Yogyakarta sangat kecil, kita berharap Pemkot dapat memfasilitasi berbagai aktifitas pertanian perkotaan yang mampu wujudkan kedaulatan pangan. Pemkot dapat ajak partisipasi para ahli dan praktisi pertanian perkotaan untuk merumuskan kebijakan ini. Juga dapat memfasilitasi masyarakat untuk menanam dengan teknologi yang canggih dan atau teknologi tepat guna. Tentu harus didukung anggaran yang memadai", ujar Eko Suwanto.

Quote