Makassar, Gesuri.id - Suasana khidmat seketika berubah menjadi penuh emosional dan membakar semangat. Ratusan kader, pengurus PAC yang baru dilantik, hingga simpatisan PDI Perjuangan se-Kota Makassar dibuat merinding saat menyimak Pembacaan Renungan Kebangsaan dan Refleksi Perjuangan Bung Karno yang dibawakan oleh Fajar Ahmad Huseini.
Kegiatan yang digelar secara outdoor di halaman Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Makassar ini, merupakan bagian dari rangkaian peringatan Haul Bung Karno ke-56 yang dikemas dalam satu tarikan napas bersama pelantikan pengurus PAC.
Bung Fajar, sapaan akrab Fajar Ahmad Huseini, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika Sulawesi Selatan, tampil memukau dengan orasi naratifnya yang menggelegar sekaligus menyentuh sanubari.
Dalam renungannya, Bung Fajar berhasil menghidupkan kembali roh perjuangan Sang Proklamator, menegaskan semangat Bung Karno tidak pernah mati dan getarannya masih sangat nyata dirasakan hingga hari ini.
"Merinding kita mendengar dan meresapi setiap kalimatnya. Bung Karno memang telah tiada secara fisik sejak 56 tahun lalu, namun api semangatnya, ideologinya, dan cita-citanya untuk melihat bangsa ini berdaulat, mandiri, dan berkepribadian tetap hidup di dalam darah setiap kader yang hadir di Monumen Mandala hari ini," ujar salah satu pengurus PAC yang tampak emosional seusai mendengar renungan tersebut.
Tidak hanya mengulas memori sejarah, Bung Fajar dalam refleksinya juga menanamkan kembali pesan-pesan sakral Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Ia mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan di bibir, melainkan harus dibumikan melalui tindakan nyata—seperti aksi donor darah, pembagian sembako, makanan pendamping beras, dan doa lintas agama yang serentak dilaksanakan pada momen tersebut.
Penyampaian yang sarat akan nilai ideologis dan dibawakan dengan penuh penjiwaan mendalam ini berhasil mengikat emosional ratusan pasang mata yang hadir. Pancaran semangat gotong royong dan nasionalisme seolah menyatu di bawah langit Makassar, memperteguh komitmen para kader baru untuk menjadi perpanjangan lidah rakyat di kecamatan masing-masing.
Refleksi kebangsaan ini ditutup dengan pekikan "Merdeka!" yang menggema di seluruh sudut Monumen Mandala, menandai tekad bulat PDI Perjuangan Kota Makassar untuk terus merawat warisan pemikiran Bapak Bangsa dan Bapak Marhaen demi kesejahteraan rakyat bawah (*wong cilik*).

















































































