Ikuti Kami

​Ono Surono Bawa 6.611 Relawan Kesehatan PDI Perjuangan Siap Blusukan ke Desa-Desa se-Jabar

Pembentukan pasukan relawan ini bertujuan untuk memastikan warga tak lagi kesulitan mengakses layanan medis dasar.

​Ono Surono Bawa 6.611 Relawan Kesehatan PDI Perjuangan Siap Blusukan ke Desa-Desa se-Jabar
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono.

Jakarta, Gesuri.id - DPD PDI Perjuangan Jawa Barat mengerahkan jaringan relawan kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Jawa Barat. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa pembentukan pasukan relawan ini bertujuan untuk memastikan warga tak lagi kesulitan mengakses layanan medis dasar.

​Ono merinci, total jaringan ini diperkuat oleh 6.611 personel. Jumlah tersebut terdiri atas 5.957 relawan di tingkat desa dan kelurahan, 627 koordinator tingkat kecamatan, serta 27 koordinator tingkat kabupaten/kota.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​“Relawan kesehatan se-Jawa Barat sudah ada 5.957 orang yang berbasis di desa dan kelurahan. Kemudian ada 627 koordinator kecamatan dan 27 koordinator kabupaten/kota,” ungkap Ono di Bandung, Kamis (8/10).

​Ono menjelaskan bahwa pelatihan yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian pelatihan advokasi kesehatan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

​Langkah ini diambil karena masih maraknya masyarakat miskin yang belum terlayani dengan optimal saat membutuhkan penanganan medis.

​“Targetnya, ketika masih banyak rakyat yang belum terlayani dengan baik dalam bidang kesehatan, relawan ini bertanggung jawab mendampingi mereka untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan sebagaimana diatur dalam undang-undang,” jelasnya.

​Selain itu, Ono menyoroti pentingnya peran relawan dalam menjembatani program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya skema bantuan pembiayaan untuk jenis pelayanan kesehatan yang tidak diakomodasi oleh BPJS Kesehatan.

​“Apalagi saat ini Pemprov Jawa Barat sudah meluncurkan program untuk menanggung biaya pelayanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS. Tentunya masyarakat perlu didampingi agar memahami prosedurnya,” ujar Ono.

​Ono menegaskan, tolok ukur keberhasilan gerakan ini bukan sekadar dari megahnya acara pelatihan atau banyaknya jumlah personel yang terdata. Setiap relawan diwajibkan menyusun laporan berkala terkait jumlah warga yang telah berhasil didampingi di lapangan.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

​Data laporan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi ketat bagi DPD PDI Perjuangan Jabar. Ia bahkan tak segan mencopot relawan yang terbukti tidak menjalankan fungsi pendampingan kepada masyarakat.

​“Pelatihan ini bukan akhir. Setiap relawan harus membuat laporan berapa warga yang sudah didampingi. Dari laporan itu akan kita evaluasi apakah relawan benar-benar bekerja. Jika tidak aktif, tentu akan kita ganti,” tegas Ono.

​Ia berharap kehadiran ribuan relawan kesehatan ini mampu meruntuhkan benteng birokrasi layanan kesehatan yang selama ini mengeluhkan warga kecil.
​“Mudah-mudahan dengan langkah yang dilakukan PDI Perjuangan ini, kita bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat secara nyata,” pungkasnya.

Quote