Ikuti Kami

PDI Perjuangan Dorong Pemasaran UMKM Garut dan Perkuat Peran Perempuan di Politik

PDI Perjuangan hadir sebagai jembatan untuk memasarkan produk-produk lokal, termasuk kerajinan akar wangi khas Garut.

PDI Perjuangan Dorong Pemasaran UMKM Garut dan Perkuat Peran Perempuan di Politik
Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, Bintang Puspayoga.

Garut, Gesuri.id  – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menegaskan komitmen partai dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui fasilitasi pemasaran produk UMKM, khususnya di wilayah Kabupaten Garut. 

Selain fokus pada ekonomi, ia juga menyoroti pentingnya regenerasi partai dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda dan keterwakilan perempuan.

Bintang menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini bukanlah pada proses produksi, melainkan pada akses pasar. Oleh karena itu, PDI Perjuangan hadir sebagai jembatan untuk memasarkan produk-produk lokal, termasuk kerajinan akar wangi khas Garut.

Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

"Konsep UMKM itu harus menyeluruh, dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran. Sering kali yang menjadi hambatan adalah di hilir, yaitu pemasaran. Di sinilah PDI Perjuangan melalui fraksi-fraksi di daerah hadir untuk memfasilitasi produk unggulan agar lebih dikenal luas," ujar Bintang, Senin (20/4).

Salah satu fokus utamanya adalah mendukung "Kelompok Bentang", yang terdiri dari para penyintas kekerasan terhadap perempuan, kepala keluarga perempuan, dan purna migran.

Bintang mencontohkan kesuksesan pemasaran kerajinan akar wangi yang difasilitasi di berbagai wilayah, termasuk melalui jaringan partai di Yogyakarta, yang mampu mencatatkan nilai pemasaran yang signifikan.

Terkait dinamika internal, Bintang mengungkapkan bahwa proses regenerasi di tubuh PDI Perjuangan saat ini memberikan kesempatan besar bagi generasi muda.

Menurutnya, tuntutan zaman mengharuskan partai untuk lebih adaptif dan energik.

"Hadirnya anak muda di struktur partai adalah bukti bahwa kami menjawab tantangan kekinian. Proses dari tingkat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) hingga Ranting menunjukkan bahwa instruksi DPP untuk melibatkan anak muda dan perempuan dijalankan dengan baik di lapangan," tuturnya.

Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten

Sebagai sosok yang telah lama bergelut dalam isu pemberdayaan perempuan, Bintang mengakui bahwa memenuhi kuota 30 persen perempuan di ranah politik masih memerlukan perjuangan berat. Berdasarkan pengalamannya berkeliling Indonesia, ia melihat adanya ketimpangan mimpi antara perempuan di perkotaan dan di pelosok daerah.

"Di daerah-daerah tertentu, masih banyak perempuan yang bahkan belum berani bermimpi untuk dirinya sendiri. Ini sangat miris," ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap optimis melihat tren keterlibatan perempuan dalam politik yang terus menunjukkan peningkatan. 

"Walaupun belum signifikan, tren keterwakilan perempuan terus naik. Sosialisasi dan pergerakan ini harus terus konsisten dilakukan agar ruang bagi perempuan di dunia politik semakin terbuka lebar," pungkas Bintang.

Quote