Surabaya, Gesuri.id — Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa, menegaskan bahwa kontestasi politik ke depan akan sangat ditentukan oleh dominasi pemilih muda. Karena itu, partai politik dituntut tampil lebih adaptif, terbuka, dan komunikatif, terutama di ruang digital.
Penegasan tersebut disampaikan Yordan saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) serta Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) Ranting wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 di Ballroom Kaza City Mall, Surabaya, Minggu (1/2).
BaCa: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap Hadapi
“Dulu PDI Perjuangan adalah idola anak muda. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan partai ini kembali digemari generasi baru yang cara berpikirnya berbeda dan sangat dekat dengan media sosial,” kata Yordan, dikutip Rabu (4/2/2026).
Anggota DPRD Jawa Timur itu menambahkan, optimalisasi peran kader hingga tingkat ranting dan anak ranting di media sosial merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pesan perjuangan partai.
“Kita memiliki ribuan kader dan semuanya memegang ponsel. Jika semuanya aktif di media sosial, maka media perjuangan partai bisa menjadi arus utama di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menegaskan komitmennya menjadikan partai sebagai ruang yang ramah dan relevan bagi generasi muda.
Wakil Kepala Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Surabaya, Khusnul Khotimah, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini tidak lagi apatis terhadap politik, namun membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan dunia dan gaya hidup mereka.
BaCa: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
“Anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial dan program-program kreatif. Karena itu, partai harus hadir dengan pendekatan yang relevan, sekaligus membuka ruang kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Khusnul.
Menurutnya, kunci utama menarik partisipasi generasi muda adalah membuka partai seluas-luasnya melalui penguatan program kepemudaan, optimalisasi konten media sosial, serta pelibatan langsung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

















































































