Ikuti Kami

BAGUNA PDI Perjuangan Depok Gelar Latsar Dapur Umum & Bagikan 500 Nasi Kotak

Citra menekankan bahwa BAGUNA Kota Depok berkomitmen menjadikan latihan sebagai agenda rutin.

BAGUNA PDI Perjuangan Depok Gelar Latsar Dapur Umum & Bagikan 500 Nasi Kotak
​Kepala BAGUNA Kota Depok, Citra Berliana Putri.

​Depok, Gesuri.id — Saat bencana melanda, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan, air, dan tempat bernaung menjadi krusial dalam hitungan jam. Menyadari pentingnya kesiap-siagaan sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Kota Depok merespons cepat dengan menggelar Latihan Dasar (Latsar) Dapur Umum pada 14–15 Agustus 2026.

​Kegiatan ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas personel sekaligus menguji alur kerja dapur umum melalui simulasi penanganan bencana di kawasan perkotaan.

​Kepala BAGUNA Kota Depok, Citra Berliana Putri, menegaskan bahwa kesiap-siagaan tidak cukup dibentuk dari teori semata, melainkan harus diasah melalui latihan fisik yang terukur dan berkelanjutan.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​“Kami ingin memastikan BAGUNA tidak hanya siap secara personel, tetapi juga siap bergerak dan memberikan manfaat nyata saat masyarakat membutuhkan,” tegas Citra, Jumat (15/8/2026).

​Dalam simulasi tersebut, puluhan personel mempraktikkan langsung alur pengelolaan dapur darurat secara presisi mulai dari seleksi bahan pangan, pengolahan masakan higienis, manajemen logistik, hingga taktik distribusi ke titik sasaran.

​Hasilnya, sebanyak 500 kotak makanan bernutrisi berhasil diproduksi secara cepat dan langsung disalurkan kepada warga yang membutuhkan di sekitar lokasi latihan.

​Citra menjelaskan, operasional dapur umum saat keadaan darurat sangat bergantung pada efisiensi kerja tim, ketepatan waktu, dan kerapian pembagian tugas.

​“Setiap tahapan harus dipahami. Ini bukan sekadar tentang memasak, melainkan bagaimana seluruh proses—dari penyediaan bahan hingga distribusi ke tangan masyarakat—dapat berjalan lancar dan terkoordinasi,” jelasnya.

​Melalui simulasi ini, potensi kendala di lapangan dapat diidentifikasi dan dievaluasi lebih awal, sehingga risiko kesalahan saat bencana sesungguhnya dapat diminimalisasi

​Selain menggembleng fisik dan keterampilan teknis kebencanaan, rangkaian latsar ini disempurnakan dengan aksi sosial berupa penyaluran santunan kepada anak yatim dan acara ramah tamah bersama warga.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Sekretaris BAGUNA Kota Depok Fabian GP, Bendahara BAGUNA Kota Depok Christian Viktor M, serta sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis setempat.

​Menutup keterangannya, Citra menekankan bahwa BAGUNA Kota Depok berkomitmen menjadikan latihan sebagai agenda rutin.

​“Bencana tidak pernah memilih waktu. Oleh karena itu, kesiapan kita juga tidak boleh menunggu momentum. Kita harus membangun kemampuan saat situasi masih normal. Kesiapsiagaan adalah bentuk pengabdian nyata: Merdeka untuk Rakyat, Siaga untuk Kemanusiaan!” tegasnya.

Quote