Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kota Bandung menggelar Pendidikan Politik yang menyoroti isu ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama pembinaan kader.
Mereka diajak memahami pentingnya kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Bidang Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan, Robert Kennedy, menegaskan bahwa implementasi pendidikan politik harus diwujudkan melalui langkah nyata di masyarakat.
“Ini salah satu bagian bidang saya yang harus diimplementasikan dalam mengedukasi para kader di tingkatan PAC untuk berdikari atau berdiri di atas kakinya sendiri dalam hal ketahanan pangan,” ujarnya Rabu, (26/11).
Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan
Robert menjelaskan bahwa para kader dapat memulai program ketahanan pangan dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman. Ia menyoroti kondisi Kota Bandung yang tidak lagi memiliki lahan cukup untuk produksi padi, sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai alternatif pangan lokal.
“Ketika lahan di Kota Bandung ini sudah tidak ada lagi lahan untuk ditanami padi, maka kita sebagai kader harus bisa mengedukasi warga masyarakat terkait makanan yang perlu dimakan itu yaitu makanan endemi,” ungkapnya.
Robert menegaskan bahwa pangan endemi harus dipromosikan sebagai pengganti padi.
“Makanan endemi itu yang bisa mengganti padi, salah satunya misalkan ubi-ubian atau talas itulah yang menjadi instruksi ataupun arahan dari DPP,” jelasnya.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya berkelanjutan untuk membentuk kader yang mampu meneruskan edukasi ke masyarakat.
“Kegiatan ini itu adalah bagian daripada edukasi terhadap kader yang harus bisa memberikan edukasi juga terhadap masyarakat secara berkelanjutan,” kata Robert.
Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan telah dijalankan secara periodik. “Ini berperiodik, tahun lalu kita sudah ada yang menanam jagung dan singkong. Tapi proses pemeliharaannya memang sangat luar biasa memerlukan anggaran yang tidak kecil,” paparnya.
Program tersebut juga menggandeng kelompok petani lokal. “Itu juga melibatkan teman-teman yang sudah kita daulat menjadi kelompok petani marhaen di daerah Cigadung, Rancak Kalong dan Cibiru,” tutur Robert.
Selain meningkatkan kemandirian, pemanfaatan pekarangan juga dinilai dapat mengurangi biaya kebutuhan pangan rumah tangga. “Setidaknya ketika kader memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran, maka pengeluaran mereka bisa sedikit terpangkas karena tidak harus belanja ke pasar,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya membangun pemahaman kader mengenai manfaat ketahanan pangan berbasis rumah. “Minimal bisa bermanfaat dulu untuk diri sendiri dan sekitar. Itu yang menjadi perhatian kita gimana caranya menumbuhkembangkan dan memberikan satu pemahaman terhadap kader,” pungkasnya.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Bidang Organisasi, Iwan Dharmawan, menyatakan bahwa program ketahanan pangan PDIP selaras dengan program Buruan SAE milik Pemerintah Kota Bandung.
“Kita seiring sejalan dengan program Buruan SAE dan kita tindak lanjutin dengan program kita, disesuaikan dengan program-program yang memang untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan lokal.
“Paling tidak kita sebagai bagian dari masyarakat Kota Bandung ikut juga dalam mendukung dan mengembangkan program tersebut,” kata Iwan.

















































































