Toraja Utara, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Leonardus Gowarto Palayukan, menerima aspirasi warga terkait kondisi Jembatan Land Hock yang nyaris ambruk di Lembang Rindingbatu, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara.
Dalam reses masa sidang III tahun 2026, warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Perwakilan warga, Kalvin Induk, menegaskan bahwa kerusakan jembatan yang tergerus air itu membutuhkan penanganan serius. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga jembatan ambruk dan menimbulkan korban sebelum mengambil tindakan.
Warga meminta pemerintah melakukan perbaikan secara menyeluruh. Apabila kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, mereka berharap konstruksinya diganti demi menjamin keselamatan pengguna.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses yang dihadiri puluhan warga. Selain perbaikan Jembatan Land Hock, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan lain yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Warga mengeluhkan keterbatasan akses air bersih dan mengusulkan pengadaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mereka juga meminta perbaikan jalan menuju objek wisata Rante serta pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) guna meningkatkan aksesibilitas dan keamanan lingkungan.
Selain persoalan infrastruktur, reses tersebut turut membahas kebutuhan peningkatan keterampilan dan perluasan peluang kerja bagi generasi muda di Toraja Utara.
Tenaga Ahli Pendamping Desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Lembang (DPML), Ali Pangedongan, mendorong agar pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Toraja Utara menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Menurutnya, keberadaan BLK dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dengan bekal kompetensi yang memadai, generasi muda diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan maupun merintis usaha secara mandiri,” ujarnya, dikutip Rabu (14/10/2026).
Ali juga menilai penyediaan ruang kegiatan yang produktif bagi anak muda penting untuk mencegah berkembangnya persoalan sosial, termasuk perjudian, di tengah masyarakat.
Usulan pembangunan BLK tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketersediaan fasilitas pelatihan kerja diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Leonardus Gowarto Palayukan menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) IV, melalui pembahasan di DPRD Kabupaten Toraja Utara.
Berbagai usulan warga, mulai dari perbaikan Jembatan Land Hock, penyediaan air bersih, pembenahan akses jalan menuju objek wisata Rante, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga pembangunan BLK, menjadi catatan yang perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat dapat menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat lembang kepada wakil rakyat. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah, terutama untuk kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

















































































