Banyuwangi, Gesuri.id - Sebanyak 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, yang digelar Bank Tabungan Negara (BTN) bersama pengembang perumahan, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu (27/9/2026).
Akad massal tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali, Nusra Joyce Ivone Mandagi, Perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Banyuwangi, Suhartatik, dan Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi, Fajar Susanto.
Akad massal ini juga bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Akad di Pendopo Sabha Swagata Blambangan diikuti 40 keluarga. Sementara 60 keluarga lainnya melaksanakan akad secara serentak di sejumlah lokasi lain di Banyuwangi. Dalam akad massal ini difasilitasi para pembeli rumah bertemu dengan notaris dalam satu tempat.
Bupati Ipuk mengapresiasi pelaksanaan akad massal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempermudah proses pembelian rumah, tetapi juga membantu menekan biaya yang harus dikeluarkan calon pemilik rumah.
“Tidak hanya memfasilitasi kemudahan pembelian rumah, kegiatan ini juga memfasilitasi para pembeli bertemu dengan notaris dalam satu tempat. Tentu ini akan mengurangi budget mereka,” ujar Ipuk.
Ipuk mengatakan, untuk memudahkan MBR mendapatkan hunian baru, Pemkab Banyuwangi memiliki program di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, serta kemudahan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khususnya untuk pembangunan perumahan subsidi.
Selain itu, tambah Ipuk, Banyuwangi tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah baru, namun juga memprioritaskan peningkatan kualitas rumah yang sudah ditempati masyarakat, khususnya keluarga pra sekahtera.
Sepanjang 2019 hingga 2026, sebanyak 6.434 unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah ditangani melalui berbagai program rehabilitasi.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap, kolaborasi bersama perbankan dan pengembang dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang dapat memiliki rumah layak dengan cicilan yang terjangkau.
Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali, Nusra Joyce Ivone Mandagi, mengatakan Banyuwangi menjadi salah satu wilayah penting bagi penyaluran program KPR BTN di kawasan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Sejak membuka kantor cabang di Banyuwangi pada 2017, BTN tercatat telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada 16.300 keluarga.
Khusus sepanjang 2026, BTN telah menyalurkan kredit KPR kepada sekitar 700 keluarga di Banyuwangi. Jumlah tersebut disebut menyumbang sekitar 60 persen dari total kredit perumahan yang disalurkan perbankan di wilayah tersebut.
Joyce mengatakan, akad massal menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

















































































