Ikuti Kami

Bupati Karolin Jenguk Balita Korban Aniaya Ibu Kandung

Kasus penganianyaan tersebut terjadi di Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu.

Bupati Karolin Jenguk Balita Korban Aniaya Ibu Kandung
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjenguk langsung korban penganianyaan anak oleh seorang ibu di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Landak, Senin (18/4).

Landak, Gesuri.id - Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjenguk langsung korban penganianyaan anak oleh seorang ibu di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Landak, Senin (18/4).

Kasus penganianyaan tersebut terjadi di Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu.

Baca: Anies Memalukan, 132 Ribu Lebih Warga DKI Miskin Ekstrem

Bupati Karolin mengatakan pemkab Landak akan menanggung biaya pengobatan korban yang masih balita tersebut, mengingat kondisi luka memar anak tersebut harus memerlukan perawatan intensif rumah sakit.

Saat dikunjungi Bupati Landak yang baru saja usai dari kegiatan di lapangan, bocah bernama Kristian Rimba itu tampak asyik menikmati makanan yang disediakan dan didampingi keluarganya.

"Kita akan menanggung biaya pengobatannya, dan saya meminta dinas terkait untuk melakukan pendampingan agar anak tersebut benar-benar kembali sehat. Luka memarnya snagat serius sehingga perlu penanganan dari pihak RSUD Landak apalagi anak ini masih balita," ucap Karolin.

Lebih lanjut Bupati Karolin menjelaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak sangat tidak dibenarkan, selain itu anak-anak Indonesia juga dilindungi oleh negara dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Uundang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Saat ini tersangka sudah dilakukan penyidikan terhadap penganiayaan tersebut, dalam hal ini kami pemerintah wajib melindungi anak tersebut mengingat negara juga sudah menjamin dan melindungi mereka melalui undang-undang perlindungan anak," ungkap Karolin.

Baca: Adian Heran Orang Takut Pemilu 2024 Ditunda, Itu Imajinasi

Kasus Seorang ibu berinisial MA (23) tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih berusia 5 tahun terjadi di Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Kabar tersebut menyebar setelah seseorang mengunggah foto dan video sang anak yang mengaku dipukul oleh ibunya sendiri di media sosial pada Minggu (17/4).

Akibatnya korban balita tersebut mendapatkan pukulan di bagian mata dengan jari tangan dan kepala dengan centong air serta korban dipukul dibagian perut dan penis dengan tangan kosong, sehingga korban mengalami memar di bagian kepala, mata, dan kemaluannya.

 

Kontributor: yogen sogen

Quote