Ikuti Kami

Dapur Umum BAGUNA Sulteng Produksi Ratusan Porsi Makanan per Hari untuk Korban Gempa

Dapur umum di Kabupaten Sigi sebagai respons awal terhadap kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Dapur Umum BAGUNA Sulteng Produksi Ratusan Porsi Makanan per Hari untuk Korban Gempa
Kepala Dapur Umum BAGUNA Sulawesi Tengah, Maya Lagani.

Jakarta, Gesuri.id - Sejak H+1 pascagempa yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026, Dapur Umum Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) Sulawesi Tengah langsung beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.

Kepala Dapur Umum BAGUNA Sulawesi Tengah, Maya Lagani, mengatakan timnya bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum di Kabupaten Sigi sebagai respons awal terhadap kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

“Sejak H+1 gempa kami langsung bergerak membuka dapur umum. Setiap hari kami menyiapkan ratusan porsi makanan untuk warga, bahkan bisa mencapai 375 porsi dalam sehari,” ujar Maya.

Makanan yang diproduksi tidak hanya dibagikan kepada warga yang datang ke dapur umum, tetapi juga diantarkan langsung ke sejumlah wilayah yang sulit dijangkau. Salah satunya adalah Desa Kamarora B, yang menjadi salah satu lokasi distribusi bantuan makanan siap santap.

Menurut Maya, pelayanan tersebut dilakukan agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh bantuan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses menuju lokasi dapur umum.

“Kami berupaya menjangkau warga yang tidak bisa datang langsung. Karena itu, selain dibagikan di dapur umum, makanan juga kami antar ke beberapa titik yang aksesnya cukup sulit,” katanya.

Operasional dapur umum didukung semangat gotong royong para relawan. Empat orang bertugas memasak setiap hari, sementara proses pengemasan makanan melibatkan lebih banyak relawan agar distribusi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Di tengah upaya tersebut, tim dapur umum masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan memasak dan konsumsi, relawan harus membeli air galon dari kota.

Baca: Rekam Jejak Ganjar Pranowo Telah Teruji

“Kendala utama kami saat ini adalah air bersih. Karena keterbatasan pasokan di lokasi, kami harus ke kota untuk membeli air galon,” jelas Maya.

Meski demikian, Tim BAGUNA Sulteng tetap semangat dan solid melayani masyarakat di tengah keterbatasan kondisi apapun.

Quote