Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyalurkan bantuan alat bantu disabilitas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kepada warga Kabupaten Trenggalek. Bantuan tersebut diberikan kepada penyandang disabilitas dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan alat bantu mobilitas guna menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Jumlah penerima ada 68 orang dengan jenis bantuan yang disesuaikan kondisi masing-masing penerima agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” kata Deni, dikutip pada Sabtu (27/12/2025).
Bantuan alat bantu disabilitas yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis sesuai kebutuhan penerima. Rinciannya meliputi 45 unit kursi roda standar, 18 unit kursi roda multiguna tiga fungsi, delapan unit kaki palsu, serta satu unit kursi roda khusus bagi penyandang cerebral palsy. Selain itu, turut diserahkan tiga pasang kruk, satu unit walker, dan sejumlah alat bantu lainnya.
Deni menambahkan, terdapat delapan unit kaki palsu tambahan yang direncanakan akan disalurkan pada tahap berikutnya. Saat ini, alat bantu tersebut masih dalam proses pembuatan sehingga belum dapat diserahkan bersamaan dengan bantuan tahap awal.
Menurut Deni, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Jawa Timur dalam mendorong pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas. Ia menilai sinergi antara DPRD, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan negara hadir, tidak hanya lewat kebijakan, tapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Karena itu kami bekerja sama dengan Dinsos agar pendataan dan penyalurannya akurat,” ucapnya.
Deni berharap bantuan alat bantu disabilitas tersebut dapat meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta kualitas hidup para penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya penguatan layanan sosial yang inklusif agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial,” ungkapnya.
Di sisi lain, Deni juga menyoroti masih terbatasnya akses dan fasilitas yang ramah disabilitas di sejumlah daerah. Ia berharap penyaluran alat bantu ini dapat menjadi pemantik bagi penguatan layanan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan ke depan.
“Ini merupakan bagian dari upaya membangun keadilan sosial. Ke depan kami akan terus mendorong peningkatan layanan dan anggaran agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

















































































