Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan, menyampaikan kritik sekaligus keprihatinan mendalam saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik Frisian Flag. Di tengah fasilitas produksi yang serba canggih dan modern, Putra mengungkapkan fakta pahit bahwa masih ada sekitar 30 hingga 40 juta anak di Indonesia yang tidak dapat mengonsumsi susu setiap harinya.
Dalam pertemuan tersebut, Putra Nababan menyoroti ketimpangan antara kemajuan industri dengan realitas pemenuhan gizi anak-anak di tanah air.

Putra dengan tegas meminta agar data konsumsi susu tidak hanya dilihat sebagai angka di atas kertas atau sekadar pemanis statistik. Ia mengkritik adanya kecenderungan melakukan justifikasi terhadap data konsumsi yang terlihat "bagus" padahal fakta di lapangan jauh berbeda.
"Saya mau ngasih sedikit snapshot, bahwa ada 30 sekian juta anak kita yang tidak bisa minum susu. Padahal Presiden minta semua anak di sekolah minum susu. Jangan hanya jastifikasi seminggu dua kali (minum susu) buat bikin statistik jadi bagus. Faktanya, mereka tidak minum susu," tegas Putra di hadapan Dirjen Kementerian Perindustrian dan jajaran direksi Frisian Flag, belum lama ini.
Menanggapi paparan Direktur Legal Frisian Flag Frida Chalid mengenai tujuh tantangan (challenges) yang dihadapi industri, Putra mempertanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan tersebut, mulai dari edukasi generasi muda hingga masalah regulasi dan pelatihan.
Ia pun menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya beban pihak swasta, melainkan tanggung jawab negara. Secara spesifik, Putra menagih peran aktif dari Kementerian Perindustrian untuk memiliki target yang jelas dalam meningkatkan konsumsi susu nasional.

"Apa tanggung jawab Kementerian Perindustrian? Saya akan suarakan terus bahwa ada puluhan juta anak yang tiap hari tidak punya akses terhadap susu. Pulang dari sini harus ada target," tambahnya.
Putra mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk melihat masalah ini tidak hanya dengan logika bisnis tetapi juga dengan hati.
Ia merasa terenyuh saat melihat produksi susu yang begitu melimpah namun tidak terserap oleh anak-anak yang paling membutuhkan. "Kita pulang ini bukan dengan kepala, Pak, tapi dengan hati yang tertunduk. Di tengah pabrik yang hebat ini, masih ada jutaan anak kita yang tidak minum susu," pungkasnya.
Putra berharap sinergi antara pemerintah dan sektor swasta seperti Frisian Flag dapat segera memangkas angka kehilangan (loss) konsumsi susu harian demi menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia.

















































































