Ikuti Kami

Shintya Sandra Kusuma Apresiasi Kembali Tembusnya Bawang Merah Brebes ke Pasar Ekspor

Ekspor bawang merah ini merupakan bukti nyata bahwa produksi petani di Brebes tidak hanya mampu menopang kebutuhan nasional.

Shintya Sandra Kusuma Apresiasi Kembali Tembusnya Bawang Merah Brebes ke Pasar Ekspor
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan IX Jawa Tengah, Shintya Sandra Kusuma (paling kiri). Foto: PanturaPos.com

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan IX Jawa Tengah, Shintya Sandra Kusuma, mengapresiasi kembali menembusnya bawang merah asal Brebes ke pasar ekspor. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan mengirim komoditas ke luar negeri, tetapi menjadi bukti kapasitas petani Brebes dalam menopang kebutuhan pangan nasional sekaligus bersaing di pasar global.

“Ekspor bawang merah ini merupakan bukti nyata bahwa produksi petani di Brebes tidak hanya mampu menopang kebutuhan nasional, tetapi juga berdaya saing global,” kata Shintya.

Shintya menyampaikan apresiasi tersebut saat mendampingi Menteri Pangan Zulkifli Hasan dalam pelepasan ekspor bawang merah dari gudang bawang di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Shintya, keberhasilan ekspor harus memberikan efek ekonomi yang nyata bagi petani. Jangan sampai peningkatan produksi dan terbukanya pasar internasional hanya berhenti pada capaian perdagangan, sementara petani sebagai produsen utama tidak memperoleh peningkatan kesejahteraan.

Karena itu, Shintya mengatakan DPR RI akan mengawal sejumlah kebutuhan mendasar petani, mulai dari kepastian harga jual di tingkat petani, ketersediaan bibit dan pupuk subsidi, hingga pembangunan infrastruktur pertanian.

“Ke depan, DPR RI, khususnya dari Dapil IX Jawa Tengah, akan terus mengawal agar kebijakan ekspor ini benar-benar berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani, menjamin ketersediaan bibit dan pupuk subsidi, serta memperkuat infrastruktur pertanian di Brebes dan sekitarnya,” ucapnya.

Shintya menilai Brebes memiliki posisi strategis dalam sektor pangan nasional. Produksi bawang merah yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah, menurut dia, perlu ditopang kebijakan yang tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga memperkuat daya tawar petani.

Ekspor, kata dia, semestinya menjadi salah satu pintu bagi petani untuk mendapatkan pasar yang lebih luas. Namun, akses pasar tersebut harus dibarengi dengan perlindungan terhadap biaya produksi dan kepastian pendapatan petani.

Menteri Pangan Zulkifli Hasan memastikan pemerintah membuka ruang ekspor setelah stok pangan dalam negeri dinilai aman. Selain bawang merah dan beras, sejumlah komoditas lain seperti jagung, cabai, telur, dan daging ayam disebut telah memenuhi kriteria swasembada.

Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah untuk mengantisipasi tekanan terhadap pasokan pangan akibat musim kemarau. Sejumlah kebijakan yang disiapkan antara lain penyaluran bantuan beras sebanyak 1 juta ton, operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), intervensi harga beras untuk kebutuhan olahan tepung, serta subsidi jagung untuk pakan ternak.

Bagi Shintya, ekspor dan ketahanan pangan tidak semestinya dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersamaan selama ketersediaan pangan domestik tetap terjaga dan petani memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian.

“Yang penting, kebijakan ini harus kembali kepada kepentingan petani. Ketika produksi meningkat dan pasar semakin luas, petani harus menjadi pihak yang ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Quote