Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menegaskan pentingnya memperkuat peran kader perempuan melalui Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput yang digelar DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Jumat (11/9/2026).
“Pelatihan ini tidak hanya berakhir hari ini. Ada tindak lanjut yang menjadi penting. Komitmen para peserta sebagai kader untuk menindaklanjuti program-program yang dilaksanakan juga menjadi sangat penting,” ujar Bintang.
Menurut Bintang, pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan kader, tetapi juga dirancang untuk membangun kekuatan perempuan hingga ke tingkat akar rumput. Karena itu, kader yang telah mengikuti pelatihan diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di tengah masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung di salah satu hotel di Kendari itu diikuti kurang lebih 100 kader perempuan PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Sultra. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bintang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan enam materi pokok yang disampaikan para fasilitator. Meski berlangsung selama satu hari, Bintang berharap seluruh peserta mampu memahami materi dan mengimplementasikannya secara nyata di lapangan.
Program Perempuan Penggerak Akar Rumput juga dilengkapi aplikasi yang memungkinkan tindak lanjut kegiatan peserta dipantau setelah pelatihan. Bintang menegaskan, program tersebut merupakan salah satu program utama Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan.
Sasaran akhirnya adalah melahirkan kader perempuan yang mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat sekaligus memperkuat organisasi.
“Melalui pelatihan perempuan penggerak akar rumput ini kita akan melahirkan perempuan-perempuan penggerak untuk 2029,” tegasnya.
Bintang juga meminta kader perempuan untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Sebaliknya, kader harus mengambil peran dalam proses pembangunan dan hadir bersama masyarakat.
“Bagaimana kita hadir tidak hanya sebagai penikmat pembangunan, tetapi kita ikut berperan dalam pembangunan itu sendiri,” katanya.
Selain itu, Bintang menekankan pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Menurutnya, kader perempuan memiliki peran dalam mendorong terwujudnya kesempatan yang setara sekaligus mengikis budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat.
Meski demikian, ia menilai gerakan perempuan tetap membutuhkan dukungan laki-laki, baik dari keluarga maupun lingkungan sosial.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra, Lukman Abunawas, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam perjuangan partai maupun pembangunan daerah.
Ia menyebut sekitar 51,3 persen penduduk Sultra merupakan perempuan. Potensi tersebut, kata Lukman, perlu diperkuat melalui pemberdayaan dan pengorganisasian kader perempuan.
“Bagaimana pembangunan akan berhasil dengan sebaik-baiknya bilamana kita berdayakan ibu-ibu perempuan sebagai penggerak pembangunan,” ujar Lukman.
Lukman meminta jajaran DPD, DPC, PAC hingga ranting untuk bersinergi memperkuat peran perempuan di tingkat akar rumput. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan PDI Perjuangan dalam menjalankan perjuangan politik sekaligus mengawal program yang berpihak kepada rakyat.
Ia juga menyinggung capaian PDI Perjuangan Sultra pada Pemilu 2024. Perolehan kursi partai di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota meningkat dari 69 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 80 kursi pada Pemilu 2024.
Lukman menilai peningkatan tersebut merupakan buah dari kerja keras kader dan seluruh jajaran pengurus partai. Karena itu, ia berharap Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput menjadi momentum memperkuat konsolidasi sekaligus melahirkan kader perempuan yang mampu menjadi motor perjuangan dan pembangunan di Sultra.
“Tidak ada satu hal yang tidak mungkin kita lakukan, asalkan ada kemauan dan kerja keras. Saya yakin itu bisa terjadi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

















































































