Ikuti Kami

Yunus Takandewa Perkuat Penanganan Gempa Flores, Fokus Huntara dan Huntap

Yunus meminta seluruh kader tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Yunus Takandewa Perkuat Penanganan Gempa Flores, Fokus Huntara dan Huntap
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menginstruksikan seluruh kader, badan, sayap partai, dan relawan yang masih berada di wilayah terdampak gempa Flores untuk memperkuat penanganan pasca perpanjangan masa tanggap darurat bencana. DPD PDI Perjuangan NTT juga memfokuskan penanganan pada penyediaan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi para pengungsi.

“Selain mengerahkan sumberdaya internal, segera berkolaborasi dengan berbagai pihak yang juga sedang melakukan tujuan yang sama agar tata kelola penanganan tanggap darurat benar-benar efektif dan efisien,” katanya, Sabtu (29/8/2026).

Yunus meminta seluruh kader tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan, namun tetap memperhatikan kesehatan selama berada di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, seluruh struktur partai di daerah terdampak diminta membangun koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Ia secara khusus meminta setiap DPC PDI Perjuangan di wilayah terdampak, bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), menugaskan satu kader sebagai Person in Charge (PIC) atau kontak person.

PIC tersebut bertugas melakukan koordinasi secara real time dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten.

“Tujuannya agar sumberdaya dan logistik dari berbagai sumber dapat segera terdistribusi secara adil dan merata serta penanganan bencana lanjutan lainnya,” kataya.

Fokus Huntara dan Huntap

Memasuki fase pascabencana, Yunus meminta tiga pilar partai mulai menyiapkan strategi rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurut dia, perhatian utama harus diarahkan pada penyediaan Huntara dan Huntap bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa.

Pendataan dan verifikasi terhadap warga terdampak, kata Yunus, harus dilakukan secara valid agar pembangunan hunian dapat tepat sasaran.

“Dengan proses pendataan dan verifikasi yang valid sebelum musim hujan tahun ini,” kata dia.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT itu mengatakan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah warga. Seluruh sarana, prasarana, serta kelembagaan yang mengalami kerusakan akibat gempa juga harus menjadi bagian dari skenario pemulihan.

“Pembangunan kembali semua sarana, prasarana, dan kelembagaan yang rusak di wilayah terdampak secara lebih baik, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

*Perhatikan Pemulihan Psikologis*

Selain kebutuhan fisik, Yunus juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis masyarakat yang terdampak gempa. Ia meminta kader dan relawan PDI Perjuangan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan trauma healing bagi masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.

Kerja sama tersebut diharapkan terus dilakukan hingga status penanganan bencana gempa Flores resmi dicabut.

Yunus menutup instruksinya dengan mengajak seluruh kader dan relawan untuk terus mengedepankan semangat gotong royong dalam proses pemulihan masyarakat terdampak.

“Selamat berjuang, gotong royong pulihkan bencana gempa Flores. Merdeka," katanya.

Quote